Sidoarjo, petisi.co – Atap plafon sejumlah ruang kelas di SDN Sidomojo, Krian tiba-tiba ambrol secara bergiliran. Diduga penyebab utama, ambrolnya plafon ruang kelas akibat kayu penyangga sudah lapuk dimakan rayap.
“Kayu utama dan penyangga lapuk dimakan rayap. Tiba-tiba terjadi plafon ambrol di kelas V, wali kelasnya Bu Ita. Kejadiannya hari Sabtu dan sudah dilakukan perbaikan,” tutur Kepala SDN Sidomojo, Tri Widyati, Jumat (10/1/2025).

Insiden plafon kelas ambrol, lanjut Tri, terjadi secara beruntun. Setelah kelas V, disusul Senin (6/1/2025) atap plafon kelas IV ambrol. “Setelah kelas IV bersih-bersih. Kejadian atap plafon ambrol kembali terjadi. Terbaru kelas VI, Selasa malam (7/1/2025), plafonnya sebagian ambrol,” ungkap Tri.
Pasca kejadian, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk Murid kelas IV dan VI secara bergiliran dipindahkan ke ruang perpustakaan. Sedangkan Murid kelas I hingga III dan V tetap menggunakan ruang kelas masing-masing.
“Guna menghindari risiko yang tidak diinginkan, kita pindahkan KBM murid kelas IV dan VI ke ruang perpustakaan. Nanti kita atur jadwal KBM lebih lanjut,” jelas Tri Widyati.
Kerusakan plafon tersebut menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk wakil rakyat di Sidoarjo yang langsung meninjau lokasi. Anggota dewan yang hadir di antaranya Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, H. Moch. Dhamroni Chudlori, M.Si didampingi anggota H. Sutaji, dan H. Pujiono.
Dalam kunjungan tersebut, komisi D ingin memastikan KBM tetap berjalan seperti biasa dan tidak terganggu insiden kerusakan ruang kelas.
“Sudah empat hari siswa belajar di ruang perpustakaan. Meski kondisinya terbatas, KBM tetap berjalan. Alhamdulillah, murid-murid tetap semangat dalam belajarnya dan tidak terpengaruh kejadian ruang kelas yang rusak. Hari ini, kami menyapa murid kelas IV sebanyak 23 anak yang belajar memanfaatkan ruang perpustakaan,” terang H. Pujiono.
Inspeksi lokasi ruang kelas yang atap plafonnya rusak di SDN Sidomojo Krian, juga dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadispendikbud) Kabupaten Sidoarjo, Tirto Adi. Selain itu, juga meninjau ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang dinilai tidak layak untuk digunakan.
Tirto Adi mengungkapkan, kerusakan plafon tersebut disebabkan oleh penggunaan reng dan usuk berbahan kayu yang sudah tidak layak.
“Reng dan usuk berbahan kayu memang sudah waktunya diganti. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk segera merehabilitasinya,” ujar Tirto.
Disinggung skema rehabilitasi, Tirto menyampaikan pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan tersebut dalam APBD tahun 2025. Upaya ini juga mendapatkan dukungan dari Komisi C DPRD Sidoarjo dan Dinas P2CKTR.
“Rehabilitasi ruangan kelas yang rusak akan segera kami lakukan sesuai jadwal,” tegasnya.
Selain itu, Tirto juga meminta pihak sekolah dan para guru untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan menempatkan siswa-siswi di ruang alternatif yang lebih aman.
“Keamanan dan keselamatan siswa saat proses belajar mengajar adalah prioritas utama,” pungkas Tirto. (luk)






