PALU, PETISI.CO – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng), menyalurkan bantuan kepada para korban bencana banjir bandang yang menimpa masyarakat di wilayah Kabupaten Sigi.
“Sekitar pukul 11.00 wita kemaren, Dirnarkoba membawa bantuan berupa sembako, seperti beras, air mineral, mie istan, kue siap saji dan lain-lain kepada masyarakat korban banjir bandang di wilayah Desa Tovu, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi,” kata Kompol Sugeng Lestari, Kasubbid Penmas Polda Sulteng, kepada media ini, Kamis (2/5/2019), di Palu.
Sugeng mengatakan, Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng, Kombes Pol. Sigit Kusmardjoko didampingi Kasubbdit III, AKBP P. Sembiring beserta jajaran menyalurkan bantuan kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian aparat Kepolisian Polda Sulteng kepada para korban bencana alam banjir bandang yang minampa wilayah tersebut.
“Dirnarkoba khusus di desa Tovu, Kecamatan Gumbasa, menyerahkan bantuan peduli kemanusiaan untuk korban banjir bandang berupa sembako, beras, air mineral, mie istan, kue siap saji, selimut, tikar dan lain-lain,” jelasnya.
Sebelumnya, kata Sugeng, Dirbinmas Polda Sulteng Sulteng, AKBP M. Ngajib, S.IK, juga telah menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada masayarakat korban banjir bandang di desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi.
Sugeng berharap, dengan adanya penyaluran bantuan itu bisa membantu dan meringankan beban yang dialami para korban bencana alam banjir bandang di wilayah tersebut.
Dia katakan, Kepolisian dan TNI bersama pihak terkait, hingga saat ini terus membantu masyarakat korban bencana banjir di wilayah Kabupaten Sigi.
Bahkan katanya, Kapolda Sulteng juga telah turun langsung ke lokasi, untuk memberi dukungan kepada personel maupun masyarakat.
“Bantuan tidak hanya berupa sembako, namun juga pelayanan kesehatan dari tim Biddokes Polda Sulteng,” ujarnya.
Seperti diketahui, banjir bandang minimpa masyarakat di sejumlah daerah wilayah Kabupaten Sigi, akibat curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan ribuan rumah warga terendam air yang bercampur material lumpur dan sebagian rumah warga terseret arus air yang bercampur kayu berukuran besar.
Akibat bencana alam ini, seorang warga dikabarkan menjadi korban, ribuan warga terpaksa harus mengungsi dan kehilangan harta benda. (slo)







