BONDOWOSO, PETISI.CO – Jaringan air bersih di Kawah Wurung, Desa Curah Macan, Kecamatan Ijen, yang dibangun tahun 2018 silam oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemerintah Kabupaten Bondowoso saat ini tidak berfungsi.
Bak-bak penampungan air di dinasti wisata Kawah Wurung saat ini dalam keadaan kosong lantaran tak berfungsi. Anehnya lagi, bak-bak tersebut, memprihatinkan karena berisi tinja atau feses.
Pasca dikerjakan tahun 2018, menurut penjelasan warga setempat, Abdullah (42), air dari mata sumber gagal alias tidak ada airnya.
“Proyek itu selesai hanya saja tak berfungsi,” cetusnya, Jumat (13/11).
Bulan kemarin ada perbaikan dari pihak kontraktor sebagai pelaksana proyek. Namun, mata air yang digunakan milik warga untuk menyiram tanaman di perkebunan.
“Dibangun tandon baru untuk mendapatkan mata air. Akan tetapi semua yang dilakukan kontraktor sia-sia saja, karena mata air yang didapatkan hanya musim hujan,” katanya.
Sekarang di Bondowoso sudah musim kemarau. Tandon yang baru dibangun sudah tak berfungsi.
“Karena airnya tidak ada, bak di wisata Kawah Wurung berisi kotoran manusia,” tandasnya. (tif)







