Gresik, petisi.co – Dalam rangka memperkuat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing di wilayah Kabupaten Gresik, dilaksanakan Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA), Rabu (22/04/2026), di Aston Gresik Hotel & Conference Center.
Rapat dihadiri perwakilan instansi terkait yang tergabung dalam TIMPORA Kabupaten Gresik, dengan jumlah undangan sebanyak 14 instansi.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, serta laporan kegiatan TIMPORA oleh Hegarenda Diko Zendika yang memaparkan gambaran umum pelaksanaan kegiatan dan koordinasi lintas sektor.
Selanjutnya, Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas I TPI Tanjung Perak, Henry Wibowo, menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, Kakanim menegaskan bahwa rapat koordinasi TIMPORA merupakan agenda rutin yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan ketertiban wilayah, khususnya dalam pengawasan keberadaan orang asing.

Memasuki sesi inti, kegiatan diisi pemaparan materi oleh narasumber dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Gresik yang mengangkat tema terkait dampak kehadiran tenaga kerja asing (TKA).
Dalam paparannya disampaikan bahwa kehadiran TKA memiliki dua sisi, yaitu kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan transfer pengetahuan, serta potensi risiko yang perlu diantisipasi, seperti pelanggaran izin tinggal, hingga potensi gangguan ketertiban umum.
Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi lintas instansi serta pelaksanaan pengawasan terpadu guna meminimalisir potensi kerawanan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai isu strategis, diantaranya terkait klasifikasi tenaga kerja asing, kepatuhan pelaporan keberadaan TKA oleh perusahaan, serta mekanisme administrasi izin tinggal bagi orang asing.
Sebagai tindak lanjut, direncanakan pelaksanaan operasi gabungan pada titik-titik tertentu yang telah diidentifikasi. Selain itu, masukan dari instansi terkait juga menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah strategis ke depan.
Melalui pelaksanaan rapat koordinasi ini, diharapkan sinergi antar anggota TIMPORA Kabupaten Gresik semakin solid, sehingga pengawasan terhadap orang asing dapat berjalan secara optimal, terintegrasi, dan mampu menjaga stabilitas serta keamanan wilayah secara berkelanjutan.(kip)






