RSD Balung Jember Gencar Edukasi Warga Tentang Wabah MPOX, Ancaman Global yang Perlu Diwaspadai 

oleh
oleh
Penyuluhan tentang wabah penyakit MPOX

Jember, petisi.co – Tim Humas Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSD Balung bersama mahasiswa Kedokteran Gigi Universitas Jember (Unej) mengadakan penyuluhan penting tentang wabah MPOX. Kegiatan ini berlangsung di ruang tunggu instalasi rawat jalan RSD Balung sebagai respons terhadap peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait lonjakan kasus MPOX global.

Humas RSD Balung, Rangga A. Ekananta, menjelaskan bahwa wabah MPOX – yang sebelumnya dikenal sebagai monkeypox – telah dinyatakan sebagai keadaan darurat medis global oleh WHO pada Agustus 2024. Situasi ini dipicu oleh deteksi varian baru MPOX di luar Afrika, dengan kasus pertama ditemukan di Swedia.

“MPOX merupakan virus DNA dari genus Orthopoxvirus yang dapat menyebabkan gejala dari ringan hingga parah, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, dan orang dengan gangguan kekebalan tubuh,” ujar Rangga.

Apa Itu MPOX dan Gejalanya?

MPOX adalah penyakit yang disebabkan oleh Monkeypox Virus (MPXV) dengan dua clade utama:

– Clade I (sub-clade Ia dan Ib), yang lebih parah dan menular.

– Clade II (sub-clade IIa dan IIb), yang sempat menjadi penyebab wabah global pada 2022.

Gejala MPOX meliputi:

– Demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, lemas, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

– Ruam kulit, mulai dari bintik merah hingga lepuh bernanah yang mengeras dan rontok, biasanya muncul 1-3 hari setelah demam.

– Lesi kulit dapat muncul di wajah, telapak tangan, telapak kaki, alat kelamin, mulut, hingga mata.

 

Gejala ini biasanya berlangsung 2-4 minggu, tetapi pada individu dengan kekebalan tubuh rendah, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius atau bahkan kematian.

Pencegahan dan Tindakan Cepat

Rangga mengingatkan pentingnya langkah-langkah pencegahan untuk menghindari infeksi MPOX:

  1. Cuci tangan secara rutin dengan sabun atau hand sanitizer.
  2. Gunakan masker dan terapkan etika batuk.
  3. Hindari kontak langsung dengan kulit atau wajah orang bergejala.
  4. Bersihkan area atau benda yang sering disentuh.

“Jika Anda mengalami gejala MPOX, segera isolasi diri dan kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan,” tegasnya.

Penyuluhan ini menjadi salah satu langkah nyata RSD Balung dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman wabah global yang terus berkembang. Dengan edukasi yang tepat, diharapkan penyebaran MPOX dapat diminimalisir, terutama di kalangan kelompok rentan. Tetap waspada, lindungi diri dan keluarga dari ancaman MPOX! (cah) 

No More Posts Available.

No more pages to load.