PETISI.CO
RSUD Dharmasraya kebanggaan warga.
PEMERINTAHAN

RSUD Sungai Dareh Kebanggaan Masyarakat Dharmasraya

DHARMASRAYA, PETISI.CO – Bertahun-tahun masyarakat menungu kehadiran RSUD yang sudah mulai dibangun 2009 lalu, kondisi RSUD pun sangat memprihatinkan. Dana pembangunan dikala itu sudah menghabiskan Rp 49 Miliar.

Tak ada yang menyangkan dan tak ada yang mengira, RSUD Sungai Dareh akan segera beroperasi.

Berkat doa dari seluruh warga Dharmasraya dan kegigihan pemimpin muda Dharmasraya untuk menyelesaikan pembangunan  RSUD tersebut, Kamis (17/09/202O),  RSUD Sungai Dareh pun diresmikan.

Sebanyak Rp 127 Miliar dana pusat masuk dalam menyelesaikan pembangunan RSUD, dan Bupati akan terus mengusahakan untuk menarik dana pusat dalam rangka menambah fasilitas RSUD tersebut.

“Saya bangga dan kagum kepemimpinan Bupati Sutan Riska disamping masih muda semangat membangun dan pengabdiannya dalam melayani masyarakat sangat dirasakan,  karena pembangunan disegala bidang tumbuh dengan pesat karena pandai mengambil dana pusat,” ujar Udin warga eks transmigrasi SP3 Beringin Sakti  Nagari Taratak tinggi  Kecamatan Timpeh Minggu (20/09/2020).

Di tempat lain H Wigiyono warga Nagari Taratak Tinggi Kecamatan Timpeh juga bangga dan kagum kepada Bupati Sutan Riska.

“Sudah lama bangunan rumah sakit yang didambakan warga Dharmasraya ini terbengkelai sejak dibangun oleh Bapak Marlon tahun 2009, tetapi berkat tangan dingin dan kepiawaian  Bupati  Sutan Riska yang bisa menjolok dana pusat dan pembangunanya dapat dilanjutkan dan diresmikan, dengan fasilitas yang cukup membanggakan warga Dharmasraya dan kami sekarang kalau sakit tidak perlu lagi merogoh kantong lebih dalam untuk pergi berobat keluar daerah,” ujar H Wig panggilan tokoh masyarakat warga Transmigran  sukses yang berasal dari Jember Jawa Timur ini.(gus*)

terkait

Dinas PUPR tak Serius Lakukan Pengawasan, Bangsal BCL 11 tak Tahan Lama

redaksi

Lomba Inovasi Tatanan Baru Produktif, Kabupaten Trenggalek Borong Empat Penghargaan Sekaligus

redaksi

Dinas PMD Jatim Bantah Ada Desa Fiktif

redaksi
Open

Close