PETISI.CO
Bupati Sidoarjo nonaktif Saiful Ilah
BERITA UTAMA HUKUM

Saiful Ilah Mendekam di Rutan Polda Jatim

SIDOARJO, PETISI.CO – Setelah dilakukan pelimpahan berkas perkara kasus suap pengadaan proyek infrastruktur di Kab Sidoarjo ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantas Korupsi (JPU KPK), Bupati Sidoarjo nonaktif Saiful Ilah, mendekam di rumah tahanan Polda Jawa Timur, Senin (18/05/2020).

Selain itu JPU KPK juga melimpahkan berkas 3 terdakwa lainnya, diantaranya, Kepala Dinas Pekerja Umum Bina Marga dan Sumber dDya Air Kab Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih, Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Pekerja umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kab Sidoarjo, Judi Tetrahastoto, dan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Sanadjihitu Sangadji.

“Di hari ini PU KPK melimpahkan berkas perkara empat terdakwa dalam perkara dugaan suap, pengadaan beberapa proyek di Kab Sidoarjo, ke Pengadilan Tipikor Surabaya,” ungkap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan pers di Jakarta.

Ia juga mengatakan bahwa penahanan ke empat terdakwa dilakukan pemisahan di dua tempat rumah tahanan.

“Untuk terdakwa Saiful Ilah di rumah tahanan Polda Jawa Timur, sedangkan ketiga terdakwa lainnya dititipkan di rumah tahanan Kejaksaan Tinggi Surabaya,” ucap Ali Fikri.

Selanjutnya, JPU KPK akan menunggu penetapan penahanan dari Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya.

Pada 8 Januari 2020 KPK menetapkan enam tersangka, yang diantaranya empat tersangka perupakan pihak penerima suap dan ke dua tersangka Totok Sumedi dan Ibnu Ghofur dari unsur swasta pihak yang memberi suap, dan keduanya saat ini masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Kedua tersangka yakni Ibnu Gofur dan Totok Sumedi memberikan suap dengan tujuan untuk memenangkan sejumlah proyek. Diantaranya, proyek wisma atlet, Pasar Porong, pembangunan jalan Candi-Prasung dan peningkatan jalan Karang Pisang Desa Pagerwojo.

Uang suap sebesar Rp 1,6 milliar tersebut diberikan secara bertahap, sejak Agustus 2019 hingga tertangkap KPK pada Januari 2020 di Pendopo Sidoarjo.

Dalam kasus ini, Ibnu Gofur dan Totok Sumedi lebih dulu diadili di Pengadilan Tipikor Surabaya. Kini, Kedua bos kontraktor ini menanti putusan majelis hakim pasca dituntut hukuman 2,5 tahun penjara oleh JPU KPK.(try)

terkait

Nitizen Sindir Tugu Pembatas Kabupaten Bondowoso-Situbondo yang Rusak

redaksi

Bara JP Bondowoso Laporkan 8 Akun ke Polres

redaksi

Listrik Gratis tapi BPJS Naik, Warga Surabaya Gugat Jokowi

redaksi
Open

Close