PETISI.CO
Petugas satpol PP di lokasi sebelum pembongkaran .
PERISTIWA

Satpol PP Kota Surabaya Bongkar Pintu Besi di Jalan KM Buntaran

SURABAYA, PETISI.COJalan KM Buntaran dengan lebar sekitar 8 meter dan panjang kurang lebih 200 meter, masih menjadi polemik bagi warga dan pihak pergudangan. Pasalnya, jalan KM Buntaran tersebut diklaim oleh warga adalah tanah fasum (fasilitas umum), sebagai akses jalan untuk keluar masuknya aktifitas warga.

Jalan KM Buntaran tersebut berada di wilayah Kelurahan Manukan Wetan, Kecamatan Tandes Surabaya, yang hingga saat ini jalan tersebut masih digunakan oleh warga sebagai akses untuk melakukan aktifitasnya.

Sayangnya, hingga saat ini jalan itu masih belum ada kejelasan dan masih diperdebatkan oleh warga dengan pihak pengembang pergudangan.

Menurut informasi di lapangan jalan KM Buntaran tersebut, diduga juga diklaim oleh salah satu pengembang pergudangan di wilayah itu. Sehingga oleh pihak pengembang dibangun sebuah pintu pagar besi disebelah timur dan barat.

Atas kejadian tersebut, warga kampung Buntaran merasa dirugikan, yang akhirnya melayangkan surat ke Kepala Satpol PP kota Surabaya tanggal 9 September 2019.

Kemudian pada 6 Nopember 2019, warga Buntaran melakukan aksi protes dengan menggelar demo di area jalan tersebut.

Menanggapi masalah tersebut, Pemerintah Kota Surabaya melalui jajaran terkaitnya turun melakukan sidak di lokasi. Dari hasil sidak yang dilakukan jajaran Pemkot Surabaya saat itu, bersama dengan kuasa hukum pihak pengembang pergudangan, akhirnya diputuskan untuk menggelar rapat kembali warga dengan pengembang, yang dilakukan di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya tanggal 15 Nopember 2019.

Rapat lanjutan tersebut dihadiri, Satpol PP kota Surabaya Iskandar, BPN 1 kota Surabaya Nara, DPRKP-CKTR, DPUBMP Abdullah dan Kartijo, DPBT, Diskominfo Mahaputra, Dishub Affan, BAPOD Ismoe, Bagian Hukum, Kecamatan Tandes Widodo, Kelurahan Manukan Wetan Didiet, Law Firm Ahmad Fauzi, dan Kuasa Hukum pihak pergudangan.

Diduga dari hasil kesepakatan (resume) rapat tersebut, akhirnya Satpol PP kota Surabaya bersama dengan instansi terkait mengambil tindakan dengan membongkar paksa pintu pagar besi yang berada di Jalan KM Buntaran tersebut, Kamis (30/1/2020).

Kasi Tramtib Kecamatan Tandes Widodo, dikonfirmasi di kantornya membenarkan adanya pembongkaran pintu pagar besi di Jalan KM Buntaran tersebut.

“Memang betul ada pembongkaran pintu pagar besi di KM Buntaran yang dilakukan oleh Satpol PP kota Surabaya, namun untuk lebih jelasnya langsung tanyakan ke pihak Satpol kota saja,” ucap Widodo

Sementara, Satpol PP kota Surabaya Iskandar, dihubungi melalui telepon seluler dan pesan singkat WhatsApp (WA), terkait dengan pembongkaran pintu pagar besi tersebut pihaknya tidak menjawab.

Kuasa Hukum pihak pengembang atau pergudangan Aulia Rachman, saat ditemui usai eksekusi tersebut, mengatakan, bahwa pembongkaran pintu pagar besi di KM Buntaran yang dilakukan tersebut tidak berdasar.

“Pembongkaran itu tidak memiliki dasar mas, buktinya tadi saya tanyakan tidak ada yang bisa menjawab. Semua saya tanyakan bahkan juga pak Camat ndak menjawab, kalau memang itu menyalahi kenapa keluar IMB nya,” ujarnya sembari pergi. (bah)

terkait

Menghilangkan Virus, Pendatang di Pulau Sembilan Wajib Mandi di Laut

redaksi

Polres bersama Kodim 1424 Sinjai Gelar Bakti Sosial Peduli Covid-19

redaksi

Bangun Kampus Citra II, Universitas Esa Unggul Gandeng CitraRaya Tangerang

redaksi