SURABAYA, PETISI.CO – Berbagai cara dilakukan untuk mendongkrak elektabilitas pasangan nomor urut 1, Eri Cahyadi-Armuji (Erji) menjelang coblosan Pilkada Surabaya, 9 Desember 2020. Tak hanya dilakukan oleh tim sukses dan relawan Erji. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini juga ikut cawe-cawe. Terbaru Risma memberikan penghargaan kepada RT/RW se Surabaya.
Isi penghargaan itu, Wali Kota Surabaya memberikan penghargaan kepada Ketua RT atas pengabdian dan dedikasinya dalam penanganan pandemi Covid-19 di Kota Surabaya.
Penghargaan tersebut, ditandatangani oleh Risma tanggal 16 Nopember 2020. Namun, dikirimkan ke masing-masing RT/RW tanggal 6 Desember 2020. Atau, tiga hari menjelang coblosan.
Kontan saja, sepak terjang Risma mendapat sorotan tajam dari DPRD Kota Surabaya. “Itu bentuk keculasan Risma untuk mendukung 01 (Paslon Eri Cahyadi-Armudji),” tuding anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Mahfudz.
Menurutnya, pembagian piagam penghargaan kepada Ketua RT/RW di Kota Pahlawan yang waktunya mendekati coblosan Pilwali Surabaya 2020 ditengarai untuk mencari dukungan pasangan calon tertentu. Risma melakukan berbagai cara untuk meraih suara bagi calon yang didukungnya dalam Pilwali Surabaya 2020.
“Kok baru sekarang penghargaan diserahkan. Dulu kan gak semuanya. Semua RT dan RW sekarang diberikan. Ini salah satu strategi, berbagai cara dilakukan. Risma tidak izin kampanye dan izin libur itu kan melanggar UU,” jelasnya.
Salah satu ketua RT mengaku menerima piagam penghargaan dari Wali Kota Surabaya. Penghargaan itu, dia terima Minggu (6/12/2020). Padahal, penghargaan itu dibuat tanggal 16 Nopember 2020.
“Saya sempat bilang ke orang yang mengirimkan penghargaan itu. Kembalikan saja, saya tidak butuh penghargaan wali kota. Ini kan salah satu bentuk kampanye untuk mendukung paslon Erji,” kata M Syukur, Ketua RT 04 RW XI Keputran Pasar Kecil, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya. (bm)







