Senator Ahmad Nawardi Minta Pemerintah Gratiskan Rapid Test untuk Santri

oleh
oleh
Anggota DPD RI, Ahmad Nawardi.

SURABAYA, PETISI.CO – Senator DPD RI asal Jawa Timur (Jatim), Ahmad Nawardi, meminta pemerintah memfasilitasi dan menggratiskan rapid tes terhadap para santri yang mulai kembali ke pesantren.

“Karena sejatinya para santri kebanyakan berasal dari kelas menengah ke bawah bahkan banyak yang berasal dari keluarga miskin,” ujarnya kepada petisi.co di Surabaya, Selasa (23/6/2020).

Senator asal Madura ini mengaku telah mendengar banyak keluhan dari kiai dan santri yang akan kembali ke pesantren. Mereka dikenakan biaya rapid test antara Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu.

Para santri yang akan kembali ke pesantren diharuskan untuk melakukan rapid test terlebih dahulu. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di pondok pesantren. Sehingga pesantren bisa steril dari virus yang mematikan tersebut.

Karena itu, mantan wartawan Tempo ini mendesak pemerintah untuk aktif jemput bola mendatangi pesantren-pesantren yang sudah mulai buka dengan menggelar rapid test massal terhadap santri yang datang.

“Pemerintah telah merefocusing dan merealokasi anggaran dana Rp 87,55 triliun untuk bidang kesehatan dalam menangani covid-19. Awalnya pemerintah menggelontorkan belanja stimulus sebesar Rp 75 triliun,” ungkapnya.

Dana ini, menurutnya, dialokasikan untuk insentif dan santunan tenaga kesehatan Rp 1,9 triliun, pencegahan dan pengendalian Covid-19 Rp 6,4 triliun, pelayanan laboratorium Rp 33,5 miliar, pelayanan kesehatan antara lain untuk klaim rawat Rp 22 triliun, kefarmasian dan alat kesehatan Rp 196 miliar, pengelolaan limbah medis dan penyebarluasan informasi senilai Rp 91,7 miliar.

Lalu pemerintah juga menambahkan alokasi dana sebesar Rp 3,7 triliun untuk insentif tenaga kesehatan yang masuk ke dalam pagu Bantuan Operasional Kesehatan.

Dengan dana sebesar itu seharusnya pemerintah mampu memberikan pelayanan rapid tes gratis pada santri.

“Janganlah yang tak mau rapid test di kejar-kejar agar rapid. Sampai warga demo menolak. Eh giliran yang mau rapid test diminta bayar,” protesnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.