PETISI.CO
Lokasi Latar Seni Winarto Ekram menggelar Umbul Dungo.
SENI

Sensasi Latar Seni Winarto Ekram Gelar Umbul Dungo

BATU, PETISI.COLatar Seni Winarto Ekram menggelar Umbul Dungo, Kamis (10/9/2020) di Desa Pendem, Kec. Junrejo, lebih tempatnya di RT12/RW03, Ngopit Dusun Mojorejo, Kota Batu.

Dalam kesempatan itu, dihadiri oleh sejumlah lembaga, komunitas, dan sanggar pemerhati budaya Kota Batu yang turut menyemarakan pagelaran do’a bersama dan seni.

“Mengangkat tema Ruwat Nagari Nengeri Suro 2020. Diselenggarakan oleh Latar Seni Winarto Ekram dibantu beberapa pihak diantaranya Malang Dance Company, warga nggopit, pemerintah Desa Pendem dan mahasiwa KKN dari UMM,” tutur pemilik Latar Seni Winarto Ekram Winarto S.Sn.

Direktur Malang Dance dan penanggung jawab acara ini menambahkan, acara yang dilangsungkan pada Kamis Wage malam Jumat Kliwon mulai jam 07.00 WIB sampai jam 22.00 WIB, memiliki tujuan untuk menggelar doa bersama memperingati tahun baru Islam atau suroan sekaligus untuk mengangkat potensi seni dan budaya yang ada di Nggopit Dusun Mojorejo.

Baca Juga :  Pendem Bergerak Menjadi Desa Wisata Alam

“Ini konsep acaranya doa bersama dan kebetulan bulan Suro yang menurut orang jawa itu bulan suci kemudian saya ambil salah satu hari yaitu Kamis Wage malam Jumat Kliwon intinya ini adalah momen doa bareng,” ucapnya.

Kabid Kebudayaan Disparta Kota Batu, Winarto Ekram, lebih jauh mengatakan, adapun rangkaian acaranya yaitu khataman al-Qur’an, pameran keris, tari ritual, mocopat, geguritan, dan burakan tumpeng. Dengan diikuti oleh pemerhati budaya yang terdiri dari Komunitas Penghayat Kota Batu, Majelis Luhur Kepercayaan kepada Tuhan YME Indonesia (MLKI) Kota Batu, Komunitas Keris Sanggar Braja dan beberapa sanggar lainya.

Baca Juga :  HUT ke-19 Batu Tidak Kalah dalam Pembangunan

Kendati demikian, ada beberapa hal yang menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan acara Umbul Dungo ini diantaranya adanya persiapan yang matang yang dilakukan secara tim dan bertahap. Sedangkan tantangan yang dihadapi yaitu pada sisi pendanaan yang masih bersifat mandiri.

“Kita tidak melibatkan banyak orang dalam penyelenggaraan event, yang penting step by step nya kena. Karena dananya mandiri jadi belum maksimal sehingga kadang yang penting terlaksana.” bebernya.

Sementara itu diwaktu yang sama, ketua RT12/RW 03 Suyitno juga menambahkan, respon positif bermunculan dari banyak kalangan khususnya dari warga yang tinggal di sekitar Latar Seni Winarto Ekram dan Pemerintah Desa Pendem serta para pemerhati budaya yang ada di Kota Batu.

Tidak tanggung tangung, tentunya Kompleks dan jalur menuju latar seni dihias dengan pernak pernik pendukung seperti mural wayang, hiasan tanaman gantung dan lapak jajanan tempo dulu.

Baca Juga :  Wali Kota Batu dan Bupati Malang Kolaborasi Selamatkan Masa Depan Jasmine

“Kami sebagai warga masyarakat sangat mendukung dan antusias dengan adanya latar seni dan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakannya, kami segenap masyarakat bersama-sama bergotong royong untuk bersinergi dan saling melengkapi sehingga nanti imbasnya akan kembali kepada masyarakat lagi,” jelasnya.

Diketahui, pada acara kali ini ada akademisi juga yang ikut membantu yaitu dari mahasiswa KKN dari UMM.

“Kita menggerakkan awalnya, memberikan pancingan kepada warga di sini agar ikut berpartisipasi dan tanggap terhadap adanya latar seni dan desa budaya dengan melakukan giat menghias lingkungan dengan tetap menggalakan protokol kesehatan.” tatas Ketua KKN Kelompok 16 Rafli. (st1/eka)

terkait

Menghargai Sejarah Dengan Retro Situbondo Tempoe Doloe

redaksi

Ditjen Kebudayaan Kemendikbud dan Dinas Pariwisata Jombang Gelar Festival Ludruk Desa

redaksi

Ngopibareng Gandeng Teater Gandrik Gelar Teater “Para Pensiunan”  

redaksi
Open

Close