SURABAYA, PETISI.CO – Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Moeldoko menyatakan apresiasinya kepada treatmen 3T (testing, tracing, treatment) yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya untuk menangani penyebaran Covid-19. Menurut Moeldoko, upaya 3T itu sendiri merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh pemerintah.
Selain itu, pemanfaatan aplikasi untuk melakukan tracing secara mendetail dan mampu mengkontrol data pasien, mulai dari alamat, kontak erat baik yang satu rumah maupun yang lainnya dan juga tempat kerjanya, dinilai oleh Moeldoko sudah sangat baik.
“Tadi testingnya sudah luar biasa, kita ikuti tadi tracingnya juga menggunakan aplikasi yang sangat baik, sehingga semuanya bisa terdeteksi. Bahkan, treatmentnya juga sudah dilakukan dengan baik. Nah, 3T itu sebenarnya memang kewajiban pemerintah,” katanya di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Jumat (4/8/2020).
Guna mengimbangi upaya 3T yang dilakukan oleh pemerintah, ia turut meminta kepada masyarakat agar menerapkan upaya 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.
Lanjutnya, ketika upaya 3M itu berjalan dengan baik, ia meyakini wabah Covid-19 bisa segera usai dari Indonesia.
Moeldoko mencontohkan, ketika ditemukan kasus Covid-19 di area pasar, maka pasar tersebut langsung dilakukan penutupan. Artinya manajemen penanganan yang dilakukan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, bersama jajarannya sudah tertata dan ada ketegasan juga dalam menentukan langkah.
“Ini penting agar masyarakat terbiasa dengan kehidupan yang taat asas dan disiplin,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menerangkan tingkat kesembuhan pasien akibat Covid-19 terus mengalami peningkatan pada setiap harinya.
“Alhamdullilah sekarang kami sudah bisa mengendalikan,” terangnya.
Risma menegaskan bahwa pihaknya semakin menggencarkan upaya rapid tes dan swab tes kepada seluruh masyarakat. “Kita terus melakukan tes, termasuk ibu hamil yang kandungannya berusia 37 minggu dan juga semua guru SD dan SMP kita tes,” pungkasnya. (nan)







