Surabaya dan Debrecen Dipertimbangkan Jadi Sister City Baru

oleh
oleh
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji menerima kunjungan Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, H.E. Lilla Karsay

Surabaya, petisi.co – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menerima kunjungan Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, H.E. Lilla Karsay, di ruang kerjanya, Selasa pagi. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menjajaki peluang kerja sama antara Surabaya dan Hungaria di berbagai sektor.

Dalam pertemuan tersebut, Armuji—yang akrab disapa Cak Ji—menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dubes Karsay dan memperkenalkan potensi Kota Surabaya. Ia menyebut Surabaya sebagai kota perdagangan utama di Indonesia timur, dengan Pelabuhan Tanjung Perak sebagai gerbang ekonomi strategis.

Cak Ji juga menyoroti posisi Surabaya sebagai pusat pendidikan, budaya, dan pariwisata di Jawa Timur. Ia menjelaskan bahwa dengan hampir 3 juta penduduk tersebar di 31 kecamatan, pembangunan kota selalu melibatkan partisipasi masyarakat.

“Surabaya baru saja merayakan ulang tahun ke-723. Kota ini tumbuh pesat, tapi tetap menjunjung keberagaman dan warisan budaya,” ujar Cak Ji.

Wakil Wali Kota juga menyambut baik potensi kerja sama di bidang kebudayaan, pendidikan, hingga pengelolaan kota cerdas (smart city). Ia menegaskan akan membawa hasil diskusi ini ke jajaran Pemkot untuk ditindaklanjuti dalam bentuk nyata.

Dubes Lilla Karsay dalam sambutannya menyampaikan kekagumannya pada Kota Surabaya, khususnya dalam hal pelestarian sejarah dan budaya. Ia juga mengucapkan selamat ulang tahun untuk Surabaya.

“Kami memahami pentingnya menjaga budaya yang telah hidup selama ratusan tahun. Surabaya punya sejarah dan semangat kota yang kuat,” katanya.

Meski sudah sembilan tahun bertugas di Indonesia, kunjungan ini adalah kali pertama Dubes Karsay ke Surabaya. Ia mengaku tertarik mencicipi kuliner khas seperti Rawon, dan melihat banyak potensi kolaborasi.

Menurutnya, ada banyak kesamaan antara Surabaya dan Hungaria, khususnya dalam pengembangan smart city, manajemen air, dan pengelolaan anggaran. Hungaria, kata Karsay, siap berbagi pengalaman di bidang digitalisasi layanan publik dan pengelolaan air bersih.

Di sektor budaya dan pariwisata, Dubes Karsay menawarkan kolaborasi dalam pelestarian artefak sejarah serta pengembangan desa wisata berbasis UMKM. Ia juga tertarik dengan konsep kelurahan pintar yang sedang dikembangkan di Surabaya.

Untuk bidang kesehatan, Hungaria memiliki sistem platform medis nasional yang mengintegrasikan data pasien dari rumah sakit negeri dan swasta. Sistem ini, menurutnya, bisa relevan dengan pengembangan e-Government Surabaya yang telah berjalan.

Di bidang pendidikan, Dubes Karsay menjelaskan bahwa pemerintah Hungaria menyediakan 110 beasiswa penuh setiap tahun untuk jenjang S1 hingga S3. Ia mendorong mahasiswa dan dosen dari Surabaya memanfaatkan peluang ini.

Dubes Karsay juga berencana memberikan kuliah tamu di Universitas Airlangga dan mengunjungi beberapa institusi pendidikan di Surabaya. Ia menekankan bahwa kerja sama di bidang pendidikan bisa jadi landasan kuat untuk hubungan jangka panjang.

Menutup pertemuan, ia mengusulkan ide kerja sama Sister City antara Surabaya dan Kota Debrecen di Hungaria, yang dikenal dengan Festival Bunga. Menurutnya, ini sejalan dengan karakter Surabaya yang juga rutin menggelar Parade Bunga lewat Surabaya Vaganza.

“Kami siap memfasilitasi komunikasi antara Surabaya dan Debrecen. Dua kota ini bisa saling belajar dan bertumbuh bersama,” tutupnya. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.