Surabaya Percepat Penanganan Darurat Lewat Penambahan Posko Kota

oleh -147 Dilihat
oleh
BPBD Surabaya saat menggelar latihan tanggap bencana

Surabaya, petisi.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat mitigasi bencana dengan menempatkan kesadaran individu sebagai benteng pertahanan pertama. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemkot menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi kewajiban setiap warga Surabaya.

Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto, menyampaikan bahwa setiap individu harus memahami langkah yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

“Kesadaran bencana adalah kesadaran individu. Setiap warga harus tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi,” ujar Irvan, Rabu (11/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa saat cuaca ekstrem, tindakan preventif sederhana seperti menghindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame dan mencari bangunan permanen yang aman, adalah bentuk nyata mitigasi yang perlu dibiasakan.

BPBD mencatat tiga potensi bencana utama yang harus diwaspadai di Surabaya, yaitu gempa bumi, cuaca ekstrem, dan kebakaran. Selain itu, angin kencang yang memicu pohon tumbang menjadi salah satu ancaman yang kerap terjadi.

Untuk membangun kesadaran sejak dini, BPBD menjalankan program Satuan Pendidikan Siaga Bencana di seluruh sekolah mulai PAUD hingga SMP. Program ini melibatkan OPD lain, seperti DLH, DSDABM, DPKP, dan Satpol PP, yang mengajarkan perilaku mitigasi sederhana seperti menjaga kebersihan saluran air, sebuah pendekatan yang sejalan dengan semangat kolaboratif Kampung Pancasila.

Mitigasi juga diperluas hingga ke pondok pesantren di Surabaya. DLH memberikan edukasi pengelolaan sampah, DSDABM memantau saluran air, sementara Disperkim menilai konstruksi bangunan untuk memastikan keamanan.

Di sisi layanan darurat, BPBD Surabaya terus meningkatkan respons cepat melalui Command Center 112 dan layanan tambahan via WhatsApp di nomor 081131112112. Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Pemkot Surabaya menyiapkan 10 posko terpadu yang siaga 24 jam, tersebar di seluruh penjuru kota.

Lokasi posko meliputi Surabaya Timur (Park & Ride Arif Rahman Hakim), Surabaya Utara (Terminal Kasuari), Surabaya Pusat (Simpang Dukuh–Genteng Besar), Wiyung (PMK Wiyung), Mastrip (Bogangin I, Kedurus), Kedung Cowek (Kelurahan Kenjeran), Jemursari (Kantor BPBD), Dukuh Pakis (Park & Ride Mayjend Sungkono), Surabaya Selatan (Kantor Dishub), dan Surabaya Barat (Kecamatan Tandes).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, menegaskan bahwa mitigasi tidak dapat berjalan tanpa kebersamaan warga. Ia mencontohkan perlunya kesiapan menghadapi genangan, seperti menyimpan dokumen penting di tempat aman dan menjaga kebersihan saluran air.

“Gotong royong adalah mitigasi yang sangat efektif. Warga perlu proaktif menjaga lingkungannya,” kata Linda.

Ia juga menekankan pentingnya disiplin berlalu lintas karena sebagian besar insiden darurat justru berawal dari kelalaian di jalan raya. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.