Surabaya, petisi.co – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengakhiri Open House untuk berhalal bihalal dengan masyarakat Surabaya baik di Grahadi dan kediaman Jalan Jemursari Surabaya pada hari ketiga lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1446 H, Rabu (2/4/2025).
Sama seperti lebaran hari kedua, meski open house baru dimulai pukul 10.00 WIB, warga masyarakat sudah memenuhi kediaman Khofifah dua jam sebelumnya. Bahkan saat open house selesai pukul 12.00 WIB, masih banyak masyarakat yang berdatangan.
Dengan tangan terbuka dan kekeluargaan, Gubernur Khofifah tetap menyambut mereka dan seluruh tamu dipersilahkan untuk menyantap aneka hidangan yang disediakan. Mulai dengan soto, bakso, dan es blewah. Bahkan, anak-anak kecil diberikan es puter dan jajanan kecil.
“Alhamdulillah selama tiga hari kami menggelar open house halal bihalal bersama masyarakat yang hadir di Grahadi dan Kediaman. Sudah ribuan masyarakat dari berbagai kalangan datang untuk bersilaturahim. Kami berusaha untuk membuat mereka senyaman mungkin sambil menunggu acara dimulai,” katanya.
Di hari terakhir open house ini, Khofifah mengaku menyisakan pengalaman manis yang berkesan. Dia masih berharap dapat bertemu dengan lebih banyak masyarakat untuk menyambung tali persaudaraan.
“Istilahnya hari terakhir ini bittersweet. Saya tahu tidak semua orang bisa datang dan bertemu langsung. Tapi saya harap perasaan saya dengan masyarakat bisa saling terhubung, walaupun dari jarak jauh,” tuturnya.
Sehari sebelumnya, Rabu (3/4), Khofifah menggelar open house untuk berhalal bihalal baik dengan tokoh lintas agama, keluarga hingga masyarakat di kediamannya. Di momen open house kali ini, Khofifah menerima silaturrahim Keuskupan Surabaya.
Khofifah menyambut hangat rombongan, yang dipimpin langsung oleh Uskup Surabaya, RD Agustinus Tri Budi Utomo serta didampingi para suster, dan tampak beberapa umat Katolik yang menyertainya.
Selain itu juga hadir Pemuda Katolik bersilaturahim dengan Gubernur Khofifah. “Ini menunjukkan bahwa persaudaraan antar umat beragama dengan sangat baik di Jatim. Silaturahim dengan para suster membuat silaturrahim makin hangat penuh makna” kata Khofifah.
Uskup Surabaya, RD Agustinus Tri Budi Utomo mengungkapkan, puasa Ramadhan tahun ini, hampir bersamaan dengan puasa umat Katolik. “Maka sebenarnya ini sebuah peluang untuk membangun dialog, membangun kerjasama, berkolaborasi antara umat Katolik, Kristiani dengan umat Islam,” katanya.
Menurutnya, Idul Fitri ini merupakan kemenangan melawan hawa nafsu, melawan ego sektoral, maupun melawan kejahatannya dunia. Harapannya, Idul Fitri yang kami juga sebentar lagi Hari Raya Paskah, itu menjadi peluang membangun persaudaraan sejati. “Sehingga agama, bukan lagi sebuah sekat,” ujarnya.
Rahayu, salah satu warga asal kelurahan Mulyorejo menyampaikan, apresiasi dan terimakasih kepada Gubernur Khofifah karena telah mengadakan open house bagi masyarakat. Ia mengaku bahagia dapat bertemu dan disambut langsung oleh orang nomor satu di Jatim.
“Terimakasih kepada ibu khofifah. Saya dan rombongan bersyukur sekali bisa bersilahtarahmi bersama Ibu Khofifah di rumahnya. Ibu ternyata orangnya ramah. Tadi di dalam kami ngajak selfie. Dan rencana mau saya posting di Instagram dan tag ke ibu khofifah,” tuturnya. (bm)







