PETISI.CO
Tiga Pilar Kab. Lamongan lepas pendistribusian bantuan.
PERISTIWA

Tiga Pilar Kabupaten Lamongan Salurkan Kebutuhan Warga Terdampak PPKM Darurat

LAMONGAN, PETISI.CO – Secara resmi tiga pilar Kab. Lamongan melepas penyaluran kebutuhan masyarakat terdampak PPKM Darurat melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Sabtu (17/07/21) di halaman Polres Lamongan.

Pendistribusian bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19 saat PPKM Darurat berisi berbagai kebutuhan yang urgent bagi masyarakat, baik dalam wujud vaksinasi, bantuan sembako, vitamin maupun obat-obatan, dilakukan oleh Pemkab Lamongan, Kodim 0812 Lamongan dan Polres Lamongan.

Bupati Yuhronur mengatakan, penyaluran paket ini merupakan bentuk pelayanan terhadap masyarakat.

”Kita hadir supaya masyarakat yang terdampak covid ini semakin meningkat imunnya dan dapat segera kembali beraktivitas dengan baik,” katanya.

Baca Juga :  Temui Kapolrestabes, Jogoboyo Tegaskan Bantu Jaga Surabaya

Dalam pelaksanaanya, Yuhronur mengapresiasi kepada Kapolres dan Dandim 0812 Lamongan atas sinergitas yang telah dilakukan untuk masyarakat Lamongan selama penanganan pandemi Covid–19.

Dirincikannya, total 141 Ton beras diberikan atau disalurkan kepada masyarakat secara berangsur-angsur, dengan harapan masyarakat benar-benar terbantu dalam situasi seperti ini (PPKM Darurat).

“ini adalah bentuk support yang kita berikan kepada masyarakat, supaya masyarakat yang terdampak ini bisa merasa terbantu dengan kehadiran pemerintah, khususnya tiga pilar (TNI, Polri, Pemerintah),” terang Bupati Lamongan ini.

Baca Juga :  Munandar Ditunjuk Plt, Akhirnya Resmi Dilantik Sebagai Kepala Dinas Definitif

Ditambahkannya, penyaluran kebutuhan pokok ini tidak hanya disalurkan untuk pasien yang sedang melakukan isolasi mandiri, namun juga bagi masyarakat yang dianggap terdampak dan sangat membutuhkan uluran bantuan serta support.

“Yang kemarin memang kita khususkan untuk pasien yang isoman, tapi yang ini kita berikan pada masyarakat yang terdampak. Masyarakat terdampak kan bisa bermacam-macam, bisa pengusaha, bisa masyarakat yang karena lapaknya ditutup, dan sebagainya. Prinsipnya tidak tumpang tindih dengan yang sudah diberikan pemerintah sebelumnya,” imbuh Yuhronur. (ak)

terkait

Presiden Jokowi Minta SK IPHPS Dioptimalkan

redaksi

Hari Tani Nasional, Gubernur Khofifah: Masih Sedikit Anak Muda Tekuni Sektor Pertanian

redaksi

GPdI Shalom Palu Salurkan Bantuan kepada Ratusan Anak Penyintas Bencana di Sigi

redaksi