Petisi
Petugas memeriksa kondisi korban
PERISTIWA

Tukang Potong Rumput PT KAI Tewas Di Pinggir Rel

SURABAYA, PETISI.CO – Seorang laki – laki ditemukan tewas mendadak di pinggir rel KA, tepatnya di belakang pabrik Sinar Baja Elektrik di Jl. Raya Manukan Kulon No.85, Kel. Manukan Kulon, Kec. Tandes Kota Surabaya.

Setelah dilakukan identivikasi oleh anggota Polsek Tandes, diketahui bahwa korban adalah Mohammad Umar (50), pekerjaan sebagai tukang potong rumput dari PT. KAI (tenaga out sourcing), warga Ds. Gagak Agung, Kec. Cerme Kab. Gresik.

Kejadian berawal pada saat itu korban melaksanakan pekerjaannya, untuk memotong rumput diarea rel belakang pabrik PT. SBE, Minggu (3/3/2019) pada pukul 08.00 wib. Saat melaksanakan pekerjaannya korban bersama seorang saksi (rekan korban) yang juga dari PT. KAI bernama Sungkono, asal Ds. Gagak Agung, Kec. Cerme Kab. Gresik.

Menurut informasi dari saksi sekitar pukul 08.30 wib, tiba – tiba saat itu korban mengeluh sakit sesak nafas, akhirnya oleh saksi di suruh beristrirahat dan rencana akan digantikan saksi, dan saat akan di gantikan, korban yang saat itu kondisinya sedang duduk tiba – tiba terkulai lemas dan jatuh.

Sehingga saksi panik dan lalu berusaha minta bantuan dengan menghubungi Kantor PT. KAI, tidak lama kemudian petugas kesehatan dari Pemkot Surabaya dr. Kusnul, datang kelokasi dan melakukan pemeriksaan dan dinyatakan sudah meninggal dunia.

Selanjutnya korban ditandu dan dibawa menuju ke Jl. Raya manukan Kulon No. 104, Kel. Manukan Kulon Kecamatan Tandes Surabaya, bersamaan dengan itu Tim Inafis dari Polrestabes Surabaya datang, dan langsung melakukan olah TKP dengan melakukan pemeriksaan badan korban, dan tidak ditemukannya adanya tanda – tanda kekerasan.

Kemudian jenazah korban langsung dikirim ke RS. dr Soetomo Surabaya untuk dimintakan VER. Barang bukti, yaitu 1 unit mesin pemotong rumput dan 1 pasang sepatu karet anti air warna orange, yang sebelumnnya telah digunakan oleh korban diamankan. (bah)

terkait

Polres Batu Kembali Raih Menpan RB

redaksi

Sisi Keamanan Bianglala Alun-Alun Lamongan Dipertanyakan

redaksi

Mahasiswa HMI UIM Mojokerto Tolak Kerusuhan di Jakarta

redaksi