PETISI.CO
Wali kota Batu, Dra. Hj. Dewanti Rumpoko saat rapat virtual evaluasi PPKM mikro.
PEMERINTAHAN

Wali Kota Batu Intensifkan Posko dan Kampung Tangguh

BATU, PETISI.CO – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro dinilai cukup efektif untuk menekan penyebaran Covid-19 di sejumlah daerah di Jawa Timur, yang dirilis Diskominfo Kota Batu, Jumat (19/2/2021).

Hal ini terungkap saat digelarnya rapat virtual evaluasi PPKM mikro yang dipimpin Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) V Brawijaya, Brigjen TNI Agus Setiawan, bersama Sekda Pemprov Jatim, WaKapolda Jatim, dan Kepala Daerah se-Jawa Timur, Kamis (18/2/2021).

Sementara di Kota Batu kegiatan ini diikuti Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, Sekda Kota Batu, Zadim Efisiensi serta Kepala OPD di Pemkot Batu.

Baca Juga :  Desa Palae Bentuk Posko Pencegahan Penyebaran Covid-19

Terkait PPKM Mikro, Wali Kota Batu telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Batu Nomor 440 Tahun 2021 Tentang Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan.

“Dalam SE itu disebutkan bahwa pengkategorian zona didasarkan pada beberapa indikator. Zona hijau jika tidak ada kasus Covid-19. Zona kuning jika ada satu sampai lima rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT,” tuturnya.

Lanjut Dewanati, zona oranye jika ada enam sampai sepuluh rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT dan zona merah jika ada lebih dari sepuluh rumah dengan konfirmasi positif dalam satu RT selama tujuh hari terakhir.

Baca Juga :  Wali Kota Batu, Resmikan TPST Jalibar Berseri di Desa Oro Oro Ombo

“Khusus daerah zona merah, skenario pengendaliannya dengan pemberlakuan PPKM tingkat RT,” ucapnya.

Meskipun tak masuk kriteria PPKM Mikro karena tidak ada lingkungan yang masuk zona orange maupun merah, Pemkot Batu bersama TNI/Polri tetap mengintensifkan peran posko dan kampung tangguh yang tersebar di setiap desa dan kelurahan. Langkah ini diperlukan untuk menekan kasus Covid-19.

“Antara zonasi hijau, kuning, orange, merah itu pergerakannya sangat cepat sekali ketika kita tidak membuat aturan, rambu-rambu, syarat-syarat yang ketat. Jadi walaupun itu tidak ada yang orange atau merah, tetapi tetap protokol itu harus dilakukan sehingga kita bisa menjaga zonasi itu,” paparnya.

Baca Juga :  Hari Disabilitas Internasional 2019, Sandy Agung Terima Kaki Palsu Dari Gubernur

Walaupun kasus penyebaran Covid-19 di Kota Batu mulai bisa ditekan, Wali Kota tetap mengingatkan bahwa kasus kematian akibat Covid-19 masih cukup tinggi. Yakni mencapai 106 pasien dari 1.253 kasus, dengan 19 aktif dan 1.128 sembuh.

“Hal ini karena masih banyak warga takut datang ke rumah sakit, hingga membuat kondisi kesehatannya semakin parah karena tidak tertangani dengan baik,” pungkasnya. (iqb/eka)

terkait

Presiden Ingin Perbaiki Tumpang Tindih Kewenangan Pengelolaan Transportasi

redaksi

Pemprov Jatim Siapkan Lahan AMN di Siwalankerto

redaksi

Pemkab Bondowoso Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Peternak

redaksi
Open

Close