PETISI.CO
Wali Kota Abdullah Abu Bakar
ADVERTORIAL

Wali Kota Kediri Paparkan Si Jamal Salurkan 11.168 Bantuan Selama Pandemi Dalam Road to FESyar 2021

KEDIRI, PETISI.CO – Wali Kota Abdullah Abu Bakar memperkenalkan Sinergi Jaring Pengaman Sosial (Si Jamal) Kota Kediri dalam Road to FESyar 2021 KPwBI Kediri, Rabu (8/9/2021). Sesi webinar ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta melalui siaran YouTube. Selain, Wali Kota Kediri, dalam webinar ini ada pembicara lain yakni Sekretaris Umum MUI Kota Kediri Nur Ahid.

Abdullah Abu Bakar mengungkapkan Covid-19 ditetapkan sebagai Pandemi oleh WHO pada 11 Maret 2020. Kasus pertama di Indonesia tercatat pada tanggal 2 Maret 2020, sedangkat kasus pertama di Kota Kediri tercatat pada tanggal 28 Maret 2020. Saat ditetapkan sebagai pandemi, pemerintah melakukan pembatasan kegiatan yang berdampak pada ekonomi warga.

Melihat hal itu, diperlukan penanganan yang tepat dalam kondisi darurat. Perlu adanya Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk warga dan mempertahankan daya beli masyarakat. Prinsip penanganan darurat adalah cepat dan tepat. Sistem keuangan pemerintah perlu waktu untuk adaptasi, diawali perubahan kebijakan dari pusat. Sedangkan masyarakat tidak bisa menunggu. Untuk itu diperlukan lembaga amal berpengalaman dan punya jaringan menggalang dana masyarakat.

Baca Juga :  20 Peserta Dapat Beasiswa Pendidikan Kolaborasi Wali Kota Kediri dengan IIK Bhakti Wiyata

“Tentu kita tidak menyangka pandemi ini dampaknya akan berkepanjangan. Ini ujian berat bagi seluruh dunia termasuk Bangsa Indonesia. Kami sadar kondisi ini akan membuat perekonomian terkoreksi. Bagaimana cara membantu masyarakat tidak jatuh miskin, dua tahun sebelumnya kita intens menurunkan kemiskinan. Kita melihat disini perlu jaring pengaman yang cepat didistribusikan,” ungkapnya.

Pada tanggal 16 Maret 2020, Presiden memberikan arahan terkait kebijakan penanganan Covid-19 di pusat dan daerah. Selanjutnya, pada tanggal 23 Maret 2020 dibuat SE Wali Kota Kediri tentang Penanganan Covid-19 di Kota Kediri.

Sebelumnya, tanggal 26 Maret 2020 mengundang 5 perwakilan lembaga amal yaitu Rumah Zakat, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Lembaga Manajemen Infaq (LMI), Yatim Mandiri dan Nurul Hayat. Dalam pertemuan tersebut menyepakati sebuah gerakan donasi Si Jamal yang merupakan inisiatif gerakan urun tangan bersama untuk menghadapi pandemi Covid-19. Kini Si Jamal anggotanya sudah 8 lembaga. Sementara itu, cara kerja Si Jamal adalah konsepnya Pemkot Kediri akan berbagi data dengan lembaga amal, agar semua sasaran bisa tepat dan tidak tumpang tindih. Jadi semua beramal dan penyalurannya menggunakan satu data. Penyaluran bantuan per individu bisa sesuai kebutuhan dan tepat sasaran. “Si Jamal ini juga sangat transparan. Para donator bisa mengecek distribusi bantuannya lewat  https://sijamal.kedirikota.go.id/batman/. Ini sebagai transparansi dan akuntabilitas Si Jamal. Semua bantuan yang diterima dan disalurkan dapat dilihat dalam website tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Wakil Bupati Kediri Lantik 9 Pejabat Pengawas

Si Jamal ini telah menyalurkan banyak bantuan kepada masyarakat Kota Kediri yang membutuhkan. Total pada tahun 2020 sudah menyalurkan 2445 bantuan. Sedangkan pada tahun 2021 telah menyalurkan 8723 bantuan.

“Si Jamal ini bukan sekedar Covid-19 saja. Namun juga membantu masyarakat lain yang terdampak pandemi. Seperti membantu anak yatim. Saat pandemi ini banyak anak-anak yang ditinggal oleh orang tuanya dan menjadi yatim,” pungkasnya.

Pada webinar ini juga diisi dengan sesi tanya jawab. Seperti Azizah UIN Sunan Ampel, ide awal tercetus untuk bekerjasama dengan lembaga amil zakat. “Gambaran tentang Si Jamal inovatif dan efektif. Kenapa langsung tercetus bekerjasama dengan lembaga amil zakat? Biasanya ketika menyalurkan bantuan pemerintah bekerjasama dengan wilayah terkecil,” tanyanya.

Baca Juga :  Pjs. Bupati Blitar Audiensi Dengan Penambang Pasir

Wali Kota Kediri menanggapi bahwa lembaga amil zakat ini punya data yang pasti penyalurannya bisa cepat dan tepat. Kalau melalui pemerintah kelemahannya ketika menerima bantuan harus melalui pencatatan dan prosesnya lama.

“Kita punya kelemahan ketika mendapat barang dari orang lain harus dicatat dan prosesnya lama. Distribusinya juga lama. Nah perlu membentuk lembaga yang bisa distribusi tidak ada sangkut paut dengan pemerintah. Si Jamal ini juga tranparan jadi bisa dilihat penyalurannya,” jawabnya. (adv kominfo kota kd/bam)

terkait

Satgas TMMD 107 Anggota Yonif 527/BY Gelar Acara Syukuran Kenaikan Pangkat

redaksi

Sinergitas Tiga Pilar Mampu Sukseskan TMMD ke 103

redaksi

Eksotis Objek Wisata ‘Pulau Kambing’ Karamian, Kekayaan Alam Sumenep yang Belum Terjamah yang Harus Diketahui

redaksi