PROBOLINGGO, PETISI.CO – Untuk menekan angka penyebaran Covid-19, Kota Probolinggo tak kenal putus ada demi keselamatan masyarakat. Salah satunya yang dilakukan Polsek Mayangan, Resort Probolinggo Kota bersama Stasiun KA Probolinggo mendirikan pos pendataan pendatang. Sifatnya sementara selama wabah corona belum dinyatakan aman, petugas mendata setiap penumpang yang datang di Stasiun Probolinggo.
Tujuan Pos Pantau yang diletakkan di pintu keluar Stasiun KA Probolinggo adalah menyemprotkan disinfektan kepada penumpang beserta barang bawaannya dan memeriksa kondisi suhu tubuh penumpang terutama yang setelah berpergian dari wilayah zona merah penyebaran Covid-19.
Dalam tugasnya Polsek Mayangan dibantu dengan team kesehatan dari puskesmas apabila ditemukan kondisi penumpang yang menunjukkan gejala yang mengarahCovid-19 akan didata dan dinyatakan ODP (Orang Dalam pengawasan) tim kesehatan Kota Probolinggo.
Muspida Kota Probolinggo, Wali Kota, Hadi Zainal Abidin, Dandim (0820) Probolinggo, Letkol Kav Depri Rio Saransi, S.Sos, MM, dan Kapolres kota Probolinggo AKBP Abariyadi Wijaya. S.I.K,. S.H,. M.H, mengunjungi di pos pantau tersebut.
Habib Hadi sapaan dari Wali Kota Probolinggo, menyampaikan apresiasi dalam ucapan terima kasih kepada TNI-Polri yang selalu setiap bersama pemerintah untuk bersama memerangi wabah Covid 19.
Kapolsek Mayangan, Kompol A. Firman .W, SE. SH. Mengatakan, bahwa personel
Polsek Mayangan akan disiagakan pada saat kedatangan kereta api saja. “Karena
dengan jumblah personel Polsek Mayangan yang tidak terlalu banyak dan kegiatan dalam rangka cegah Covid 19 ini juga banyak maka yang siaga adalah petugas piket patroli untuk cek setiap saat kedatangan kereta api di stasiun Probolinggo,” ujar Kapolsek Firman.
Semua warga masyarakat Kota Probolinggo diimbau agar tidak keluar rumah, tetap di rumah saja guna menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia khususnya Kota Probolinggo. “Dikarenakan virus ini tidak terlihat jadi guna mengurangi risiko penularan karena bisa saja kita yang tertular atau kita yang menularkan,” ungkap Habib Hadi. (char)







