Tahun 2024 merupakan momentum penting dalam hubungan Indonesia-Afsel, yakni 30 tahun Hubungan Diplomatik.
Momentum ini dirayakan dengan penyelenggaraan Pasar Rakyat Indonesia (Indonesian Folk Market – IFM) di De Bakke Santos – Mossel Bay, Afrika Selatan atas undangan pemerintah Mossel Bay pada 27 April 2024.
Kota Mossel Bay memiliki kerjasama Sister City dengan Denpasar Bali. MOU mengenai hal ini baru diperbaharui dan ditandatangani secara sirkuler dan diserahkan secara langsung oleh Konjen RI Cape Town 15 Desember 2023.
Kembali kepada Pasar Rakyat, Alderman Niklaas Booisen (Chairperson of Community Services) mewakili Pemerintah Kota Mossel Bay menyatakan, “We appreciate the organisation of the Indonesian Folk Market. It reflects the spirit of 30 years South Africa – Indonesian diplomatic relations. We hope this event could be organized annually.”
Sementara itu, Konjen RI Cape Town menyampaikan, The Indonesian Folk Market (IFM) in this iconic city of Mossel Bay is special. It is to commemorate the 30 years of Indonesia-South Africa diplomatic relations and embark the cultural cooperation as set forth in the renewed MoU of Sister City between Denpasar and Mossel Bay signed in February 2023. The IFM shows cultural collaboration between Indonesia and South Africa.”

Pasar Rakyat merupakan tradisi yang telah ada di Indonesia sejak ratusan tahun lalu. Pasar Rakyat mencerminkan karakter masyarakat Indonesia yang sederhana, tulus, ramah dan bersahabat.
Oleh karena itu, Pasar rakyat menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan Indonesia dengan Afsel.
Pasar Rakyat akan digelar kembali dan dilanjutkan dengan Festival Film Indonesia
KJRI Cape Town akan menggelar kembali Pasar Rakyat di halaman KJRI pada tanggal 10 – 11 November 2024.
Selain itu, KJRI Cape Town akan menyelenggarakan Indonesian Film Festival (IFF) pada 10-11 November. Selain pemutaran film-film unggulan, seperti film animasi Battle of Surabaya yang berhasil meraih 14 penghargaan internasional, akan diputar film Yohanna produksi Summerland yang menjadi 5 besar dari 4.000 film kompetisi internasional di Rotterdam. Selain itu film Orang Utan dan Sawit serta film-film pemenang lomba film pendek DKI Jakarta.
Pada IFF juga akan diselenggarakan Talk Show ,termasuk mengenai pembuatan film bersama bertema roman percintaan berlatar Tsunami Aceh dan Indonesia-Afsel.(habis)








