Anggaran Beasiswa Pemuda Tangguh 2026 Tembus Rp190 Miliar

oleh -997 Dilihat
oleh
Pendaftaran ulang calon penerima Beasiswa Pemuda Tangguh Kota Surabaya

Surabaya, petisi.co – Pemerintah Kota Surabaya menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Pemuda Tangguh. Pada tahun 2026, kuota penerima beasiswa akan meningkat signifikan menjadi sekitar 23.850 orang dengan total anggaran mencapai Rp190 miliar.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya, Hidayat Syah, mengatakan bahwa intervensi Pemkot Surabaya terhadap sektor pendidikan terus diperkuat dari tahun ke tahun.

“Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya pada kuota awal 2025 sebanyak 3.500 penerima dan pada perubahan anggaran meningkat menjadi 5.500 penerima. Ini menunjukkan komitmen Pemkot Surabaya dalam memperluas akses pendidikan cukup tinggi,” ujar Hidayat, Senin (22/12/2025).

Memasuki tahun 2026, Pemkot Surabaya tidak hanya memperluas jumlah penerima, tetapi juga cakupan kerja sama perguruan tinggi. Selain perguruan tinggi negeri (PTN), sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) turut diajak berkolaborasi. Saat ini, tercatat 15 PTN di Surabaya dan luar daerah telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemkot Surabaya.

“Dengan perluasan kuota dan mitra perguruan tinggi, pada 2026 Pemkot Surabaya tidak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga memberikan uang saku bagi penerima beasiswa,” jelas Hidayat.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kota Surabaya, Erringgo Perkasa, menjelaskan bahwa perubahan skema Beasiswa Pemuda Tangguh merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pada tahun-tahun sebelumnya.

“Perubahan skema dari 2024 ke 2025 dilakukan berdasarkan evaluasi program, penyesuaian kemampuan fiskal daerah, serta arah kebijakan Pemkot Surabaya untuk memperluas akses penerima manfaat,” terang Erringgo.

Evaluasi tersebut menunjukkan perlunya penataan ulang komponen bantuan agar program dapat menjangkau lebih banyak pemuda secara berkelanjutan, tetap menjamin pembiayaan utama seperti Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta mendorong efisiensi dan pemerataan anggaran.

Selain itu, penyesuaian skema juga mempertimbangkan kondisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Surabaya yang masih perlu ditingkatkan, sehingga dilakukan penyesuaian Peraturan Wali Kota (Perwali).

Dari sisi jumlah penerima, tren peningkatan terlihat jelas. Pada 2024, jumlah penerima tercatat 3.186 orang, meningkat menjadi 3.502 orang pada 2025, dan melonjak drastis menjadi 23.820 orang pada 2026.

“Ini menegaskan bahwa program tidak dikurangi, tetapi justru diperluas secara signifikan,” kata Erringgo.

Hal serupa tercermin dari sisi anggaran. Pada 2024, anggaran Beasiswa Pemuda Tangguh sebesar Rp46,27 miliar, meningkat menjadi Rp71,51 miliar pada 2025, dan diproyeksikan melonjak menjadi Rp190,56 miliar pada 2026.

“Artinya, Pemkot Surabaya tidak mengurangi anggaran, tetapi mengelolanya secara lebih adaptif dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Pelaksanaan Beasiswa Pemuda Tangguh 2026 akan mengacu pada regulasi kepala daerah dan petunjuk teknis yang saat ini masih dalam proses pembahasan. Fokus utama meliputi perluasan sasaran penerima, penyesuaian skema bantuan UKT dan uang saku, serta penguatan prinsip pemerataan dan akuntabilitas.

Adapun sasaran penerima adalah pemuda ber-KTP dan berdomisili Surabaya, berasal dari keluarga kurang mampu, memiliki IPK minimal 3,00, serta telah diterima di salah satu PTN mitra. Program ini juga memprioritaskan pemuda dari kelompok rentan yang memiliki motivasi dan komitmen akademik tinggi.

Selain 15 PTN yang telah bergabung, Pemkot Surabaya juga membuka peluang kerja sama dengan PTS. Hingga Desember 2025, tercatat enam PTS dalam proses penjajakan kerja sama untuk pelaksanaan beasiswa tahun 2026.

Melalui program ini, Pemkot Surabaya menargetkan berbagai capaian strategis, mulai dari peningkatan akses pendidikan tinggi, kelulusan tepat waktu, peningkatan kualitas akademik, daya saing SDM, hingga kontribusi terhadap peningkatan IPM.

“Konsep 1 KK 1 Sarjana menjadi salah satu target utama, agar lulusan mampu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan produktivitas sosial dan ekonomi,” pungkas Erringgo. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.