PETISI.CO
Bupati Bondowoso, Salwa Arifin bersama sejumlah Forkopimda serta Ketua PCNU usai meletakkan batu pertama pembangunan Masjid di Jalan Mayor Jenderal, MT Haryono, Kotakulon.
PERISTIWA

Bupati Bondowoso Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid yang Dibangun PCNU

BONDOWOSO, PETISI.CO – Bupati Bondowoso, Salwa Arifin, meletakkan batu pertama pembangunan masjid yang dibangun oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso, di Jalan Mayor Jenderal, MT Haryono, Kotakulon, Senin (6/7/2020).

Selain Bupati, deretan pimpinan daerah seperti Ketua DPRD, Kapolres, dan Dandim juga turut hadir.

Dalam kesempatan itu, Bupati mengungkapkan, bahwa dirinya merasakan suasana luar biasa karena semua pihak dapat mengambil hikmah atas takdir Allah SWT.

“Kita ini terus mengambil hikmah atas apa yang Allah takdirkan. Hari ini berkah kita meletakkan batu pertama pembangunan masjid. Inilah yang kita maksud Allah SWT senantiasa menyimpan rahasia untuk kita,” ungkap orang nomor satu di Bondowoso itu.

Baca Juga :  Bupati Bondowoso Siap Bantu Pembangunan di Tiga Polsek yang Baru Dikukuhkan

Harapan kami, Masjid yang bakal berdiri ini bermanfaat bagi masyarakat sekitar dalam meningkatkan kualitas ibadah.

Menurutnya, warga sekitar tak perlu jauh-jauh lagi untuk melaksanakan ibadah, baik salat lima waktu maupun amaliah lain.

“Masyarakat bisa dekat dengan masjid. Tentu ada bentuk dukungan dari pemerintah daerah,” jelasnya usai acara peletakan batu pertama.

Sementara Ketua PCNU Bondowoso, KH. Qodir Syam mengatakan, masjid ini direncanakan akan dibangun dengan kapasitas 500 orang atau jamaah. Untuk penamaanya sendiri nanti akan diberi nama tokoh NU agar mudah dikenal oleh masyarakat.

Baca Juga :  Satu Masjid di Surabaya Terapkan Peraturan Buka Tutup Akses, Begini Penjelasannya

“Kita harapkan full bisa menampung sekitar 500 jamaah,” kata pengasuh PP. Darul Falah, Cermee itu.

Dengan adanya masjid ini, kami berharap bisa menambah suasana religius masyarakat sekitar. Sebab, kebaikan suatu daerah tercermin dari karakter masyarakatnya.

“Ingin menambah suasana karakter masyarakat sehingga betul-betul menjalankan ibadah,” terangnya.

Rencananya, selain sebagai pusat ibadah, masjid ini, juga akan menyelenggarakan pendidikan non formal. Sebab, di samping lokasi pembangunan masjid sudah berdiri sebuah aula.

“Aktivitas pendidikan kemungkinan akan dilakukan mesti tidak berlangsung formal,” pungkasnya. (tif)

terkait

Nastar Trenggalek Raih Top 45 Kovablik Jatim

redaksi

IKAL Harus Kuatkan Kembali Ideologi di Masyarakat

redaksi

Kapolres Sinjai Kunjungi Posko Operasi Ketupat Bonto

redaksi