Petisi
Meninjau lokasi banjir di Gresik
PERISTIWA

Danrem 084/BJ dan Dandim Tinjau Banjir Wilayah Gresik

GRESIK, PETISI.CO –  Danrem 084/BJ (Bhaskara Jaya) Kolonel Inf. Sudaryanto bersama Dandim 0817/Gresik Letkol Inf. Budi Handoko, S.Sos, turun langsung untuk melaksanakan kegiatan peninjauan, ke lokasi yang terdampak bencana banjir diwilayah Kabupaten Gresik, Jumat (3/5/2019) pukul 15.15 wib.

Peninjauan langsung ke lokasi bencana banjir tersebut, diawali oleh Dandim 0817/Gresik Letkol Inf. Budi Handoko, S.Sos pada pukul 10.30 wib di Desa Iker-iker Kec. Cerme, untuk memastikan lokasi yang terdampak banjir akibat luapan dari Kali Lamong, sekaligus mengecek debit air maupun apa saja yang terkena dampak banjir tersebut.

Selain itu Dandim 0817/Gresik juga meninjau Posko BPBD, dilokasi banjir yang berada di Desa Sedapur Klagen Kec. Benjeng, termasuk juga Posko Banjir di Desa Munggugianti Kec. Benjeng Gresik.

Selanjutnya tepat pukul 15.15 wib, Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf. Sudaryanto, datang di Posko BPBD dan Dapur umum didampingi Dandim 0817/Gresik. Tujuannya adalah untuk melihat dan memantau secara langsung jalannya proses bantuan, berupa pemberian makan sore yang dilakukan oleh Relawan Basarnas dan BPBD yang dibantu juga oleh aparat TNI-Polri.

Dalam kesempatan tersebut, Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya dan Dandim 0817/Gresik, juga melihat derasnya luapan sungai Lamong dan rumah-rumah yang terendam banjir di Desa Iker-iker Kec. Cerme Gresik tersebut.

Danrem 084/BJ Kolonel Inf. Sudaryanto didampingi Dandim 0817/Gresik, pada konferensi pers mengatakan, bahwa banjir ini merupakan banjir musiman dan yang terparah, namun banyak masyarakat yang rumahnya terdampak banjir hampir semua tidak dievakuasi, dengan alasan menjaga harta benda dan sebagian juga ada yang dievakuasi.

“Anggota kita dari unsur TNI jajaran Kodim 0817/Gresik maupun Polres Gresik, juga kita siagakan sebanyak kurang lebih 100 anggota untuk membantu warga yang terdampak banjir tersebut, selain itu juga ada dari TNI-AL yang juga ikut bersiaga turut membantu,” paparnya

Kendati demikian, lanjut Danrem, warga enggan untuk dievakuasi. Namun, sejumlah personil yang disiagakan, baik TNI, Polri, serta dari relawan tanggap bencana, tetap diminta untuk terus memantau dan mendistribusikan logistik, serta mengkondisikan sanitasi kesehatan.

Pada kesempatan itu juga Danrem 084/BJ bersama Dandim 0817/Gresik, meninjau langsung rumah-rumah warga yang terdampak dengan menggunakan perahu karet bermesin.

Selang beberapa waktu, Kapolres Gresik AKBP. Wahyu Sri Bintoro, SH, juga hadir di lokasi banjir bersama dengan Polairut ikut bergabung dalam meninjau rumah warga yang terdampak banjir.

Ada sekitar ratusan warga yang terdampak banjir akibat dari meluapnya Kali Lamong yang tidak mau dievakuasi. Diantaranya, warga yang berada di Dusun Iker-Iker, Desa Iker-Iker Geger, Kecamatan Cerme, Gresik.

Banjir yang merendam desa tersebut hingga kedalaman 2 meter, menyebabkan warga setempat enggan meninggalkan tempat tinggalnya.

“Sebagian besar warga, khususnya laki-laki harus menjaga harta benda. Kendati rumah kami terendam banjir,” ujar Imam salah satu warga setempat.

Hal senada juga dikatakan oleh H. Sulaiman, pihaknya sengaja tidak mau untuk dievakuasi meski air yang merendam tempat tinggalnya sangat deras.

“Kami masih bertahan dan menjaga rumah hingga air sampai surut,” ujarnya.

Saat ini debit air luapan banjir tersebut, ditengarai sudah mengalami sedikit penyusutan. (bah/pen)

terkait

Ketua Bhayangkari Polda Jatim Kunjungi Polres Situbondo

redaksi

Wabub Jember: Masjid Harus Memiliki SDM dalam Manajemen Masjid

redaksi

Gereja se-Kota Palu Gelar Seminar terkait Korban Perpuluhan

redaksi