Tuban, petisi.co – Kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban ke Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban menuai perhatian publik. Pihak pengelola menilai kunjungan tersebut belum melalui prosedur komunikasi yang ideal karena tidak didahului pemberitahuan resmi.
Peristiwa ini berlangsung pada Jumat (24/4/2026) sore. Saat rombongan DPRD tiba di lokasi kelenteng yang dikenal sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara itu, beberapa pintu utama diketahui dalam kondisi terkunci. Situasi tersebut sempat memicu reaksi dari umat yang berada di lokasi.
Pengelola TITD Kwan Sing Bio melalui kuasa hukumnya, Nang Engki Anom Suseno, menyampaikan bahwa hingga waktu kedatangan DPRD, pihaknya belum menerima surat pemberitahuan maupun tembusan resmi terkait agenda kunjungan kerja tersebut.
“Sejak pagi kami sudah menanyakan kepada pengelola, apakah ada surat pemberitahuan dari DPRD Kabupaten Tuban. Sampai sekitar pukul 14.00 WIB, berdasarkan konfirmasi satpam, belum ada surat yang kami terima,” ujarnya, Senin (27/04/2026).
Ia menjelaskan, karena belum adanya pemberitahuan resmi dan pengelola sedang berada di luar kota untuk keperluan dinas, pihaknya melakukan langkah pengamanan dengan menutup gerbang dan pagar sisi barat. Meski demikian, akses bagi umat untuk beribadah tetap dibuka melalui area altar.
“Penutupan itu bagian dari upaya pengamanan. Namun akses untuk umat sembahyang tetap kami buka,” tambahnya.
Situasi di lokasi sempat memanas sebelum kedatangan salah satu anggota DPRD. Menurutnya, pernyataan yang disampaikan oleh salah satu anggota DPRD di lokasi, yang juga beredar di media sosial, dinilai turut memengaruhi suasana di lapangan.
“Harapannya, semua pihak dapat bersama-sama menjaga suasana tetap kondusif, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Komisi II Kabupaten Tuban, Fahmi Fikroni, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari tugas resmi untuk menindaklanjuti persoalan yang terjadi di klenteng tersebut.
“Kami datang atas arahan pimpinan untuk menindaklanjuti persoalan yang ada,” ujarnya.
Fahmi juga mengungkapkan keprihatinannya terkait kondisi akses klenteng yang sebagian tertutup saat rombongan tiba di lokasi.
“Kami menyayangkan karena saat datang, beberapa akses dalam kondisi terkunci,” pungkasnya. (ric)







