Dituntut Setahun, Stella Ajukan Pembelaan Sambil Menangis

oleh -63 Dilihat
oleh
Stella Monica sampaikan pembelaan.

SURABAYA, PETISI.COSetelah dituntut hukuman satu tahun penjara oleh Jaksa Rista Erna, terdakwa Stella Monica mengajukan pembelaan. Diluar ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, para pendukung Stella menggelar aksi teatrikal dengan mulut dilackband.

Stella yang kecewa setelah menjalani perawatan di Klinik LVIORS, sambil menangis menyatakan dirinya sengaja dibungkam untuk tidak mengatakan hal-hal jelek tentang klinik tersebut.

“Seharusnya sebagai penyedia layanan jasa harus siap menerima feedback baik dan buruk dari konsumennya. Jangan maunya terima feedback yang bagus hanya demi popularitas dan nama baik semata, agar dinilai orang sebagai klinik yang tidak pernah gagal mengobati pasien-pasien,” ujar Stella saat membacakan pembelaannya.

Dia menambahkan, sudah seharusnya sebagai penyedia jasa, jika ada konsumen sampai memberikan feedback jelek harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, bahkan mengganti rugi atas kegagalan tersebut.

Menanggapi pledoi Stella, kuasa hukum LVIORS HK Kosasih menyatakan kalau Klinik kecantikannya tidak pernah membatasi konsumennya mengungkapkan keluhan atau masalah yang dialami pasien apalagi membungkam. Hal itu jelas tidak mungkin dilakukan oleh LViors yang notabenenya adalah penyedia jasa layanan kecantikan.

“Kalau ada keluhan ataupun hal-hal yang menyangkut perawatan di LViors kita selalu terbuka. Tidak benar kalau kita melakukan pembungkaman,” ujar Kosasih, Kamis (28/10/2021).

Kosasih menambahkan, banyak hal yang sebenarnya tidak diketahui oleh publik terkait bagaimana sebenarnya perkara ini bisa sampai ke ranah hukum. Menurut Kosasih, LVIORS sebenarnya tidak menghendaki kasus ini dibawa ke ranah hukum sampai akhirnya pada tahap penuntutan. Sebaliknya LVIORS justru menuruti apa yang dikehendaki Stella sendiri.

Sebagai catatan pungkas Kosasih, Stella sudah delapan kali kedatangan ke klinik LVIORS dari 24 Januari 2019 dan terakhir kedatangan 19 September 2019. Setelah itu, Stella sudah tidak lagi datang dan pindah perawatan ke klinik lain. Artinya segala kewajiban LVIORS terhadap Stella sudah selesai. Dan Stella juga sudah tidak berhak menuntut apapun ke LVIORS karena dia saat itu juga sudah dinyatakan sembuh.

Sementara Habibus Shalihin penasihat hukum terdakwa mengatakan, pada intinya dalam nota pledoinya kliennya merupakan konsumen yang seharusnya mendapatkan perlindungan sesuai Umdang-Undang konsumen.

Habibus juga mengatakan tekait legal standing yang memberikan surat kuasa terhadap salah satu dokter di LVIORS untuk malaporkan kliennya.

“Di situ ternyata kelihatan di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, bahwa yang memiliki hak sebetulnya adalah direksi, menurut UU perseroan terbatas. Namun ketika dilihat identitas yang memberikan surat kuasa tidak memiliki struktur di Ditjen AHU yang bernama Budi Santoso,” kata Habibus.

Di point selanjutanya Habibus juga mengatakan tuntutan JPU itu tidak mengacu terhadap SKP yang sudah dikeluarkan Menkominfo, Kapolri dan Jaksa Agung terkait dangan pasal 27 ayat 3 UU ITE.

“Yang mana pasal 27 ayat 3 jelas korbannya bukan perusahaan melainkan perorangan,” ucapnya. (pri)

No More Posts Available.

No more pages to load.