Sidoarjo, petisi.co – Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 yang akan digelar bulan Juni mendatang di Malang Raya, Komisi D DPRD Sidoarjo mengundang para atlet beserta pelatih yang tergabung dalam Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sidoarjo.
Pertemuan yang digelar di gedung DPRD Sidoarjo ini dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana kesiapan para atlet dalam mengikuti Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab) sekaligus kendala yang dihadapi, Rabu (12/3/2025).

“Para atlet dan pelatih PASI Sidoarjo sengaja kami undang kemari untuk di dengar kesiapannya dalam menyambut event Porprov ke-IX sekaligus kami ingin tahu kendala apa saja yang dihadapi oleh atlet kita,” terang Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, H. Moch Dhamroni Chudlori M.Si.
Dalam kesempatan tanya jawab, imbuh Dhamroni terungkap beberapa permasalahan. Satu di antaranya dispensasi jam masuk dan pulang sekolah, yang berkaitan dengan Puslatkab.
“Tadi dari salah satu pelatih menyampaikan permohonan agar kami secepatnya mengirimkan surat dispensasi jam masuk dan pulang pelajaran kepada masing-masing sekolah. Ini sudah kita setujui dan segera kita berkirim surat ke masing-masing satuan pendidikan dari adik-adik atlet kita,” ungkap legislator PKB ini.
Kebutuhan surat dispensasi jam masuk dan pulang pelajaran tersebut, dikarenakan para atlet harus mengejar ketertinggalan jadwal Puslatkab, yang seharusnya dilaksanakan mulai 1 Februari, namun mundur baru start di bulan Maret.
“Akibatnya latihan dipacu 12 kali dalam sepekan, yang artinya sehari mereka harus 2 kali latihan, yakni pagi dan sore. Kalau pagi setelah latihan, atlet jadi terlambat masuk sekolah dan demikian pula saat jam usai pelajaran atlet bisa pulang sekolah lebih dulu. Sebab jika tidak, atlet bisa terlambat latihan,” tutur Dhamroni menirukan penyampaian coach PASI, Fitron Yulaga.
Terkait asupan gizi atlet, menurut Dhamroni diperlukan kehadiran ahli khusus dibawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sidoarjo sehingga kebutuhan gizi atlet tiap Cabang Olahraga (Cabor) bisa terpenuhi dengan baik.
“Karena dana kelolanya sudah ada, maka usulan saya perlu hadirnya ahli gizi khusus dibawah naungan KONI Sidoarjo. Harapannya konsumsi makanan ini bisa dikelola optimal. Biar ke depan gizi atlet menjadi konsisten dan tidak mengkonsumsi makanan diluar dengan dana pribadi seperti cireng, seblak dan sebagainya,” kata Dhamroni.
Pendapat senada disampaikan Wakil Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, H. Bangun Winarso yang mendukung rancangan persiapan dalam meraih prestasi atlet dengan segala kebutuhannya.
“Kami sepakat dengan yang disampaikan bu Umi Salmani sekretaris PASI Sidoarjo, bahwa untuk bisa meraih prestasi dan menjadi juara, seperti yang diharapkan, para atlet perlu disupport dan didukung penuh semua pihak, termasuk pemenuhan segala kebutuhan di semua sisi, baik teknis maupun non teknis. Salah satunya asupan gizi yang maksimal,” tekan Bangun.
Legislator asal Partai Amanat Nasional berharap atlet Sidoarjo bisa mempertahankan posisi Runner up, yang telah diraih di Porprov VIII. Tentunya untuk mempertahankan prestasi tersebut harus diimbangi dengan rancangan persiapan yang baik, mulai dari Puslatkab, dukungan anggaran, perencanaan hingga strategi.
“Ini tadi kita ingin meningkatkan motivasi sekaligus memompa semangat juang atlet muda Sidoarjo, yang akan bertanding dalam event Porprov IX di Malang Raya. Meski persiapan mepet, kita harapkan hasilnya bisa mempertahankan posisi Runner up,” kata Bangun.
Terkait anggaran, jelasnya KONI Sidoarjo sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 15 Miliar. Meski besaran anggaran itu dinilai kurang mencukupi semua kebutuhan para atlet, namun diharapkan hasil prestasi yang diraih bisa maksimal.
“Anggaran 15 Miliar itu belum termasuk bonusnya. Memang soal kebutuhan masih kurang khususnya bagi atlet KKO (kelas khusus olahraga). Namun kita harapkan prestasi yang diraih bisa mendominasi juara, terutama dari atlet KKO yang telah dibentuk sedemikian rupa, di Sidoarjo ini salah satunya SMANOR,” tegas Bangun.
Seperti diketahui, Pada ajang Porprov Jatim VIII tahun 2023, kontingen Sidoarjo berhasil menduduki peringkat dua (Runner Up). Adapun jumlah medali yang diperoleh yakni, 97 emas, 90 perak dan 112 perunggu. Diharapkan prestasi ini bisa dipertahankan melalui cara memaksimalkan urutan perolehan medali dengan target Runner Up pada gelaran Porprov Jatim IX tahun 2025. (luk)






