Surabaya, petisi.co – Haul ke-47 Pangeran Benowo (syeikh Abdul Halim/ Mbah Tosari) bertempat di lapangan barat makam Pangeran Benowo, kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal ditutup dengan pengajian KH Anwar Zahid dari Bojonegoro pada Minggu (16/2/2025).
Kehadiran 2 politikus PPP memberi warna tersendiri pada kegiatan haul tahun ini, Agus Mashuri anggota DPRD kota komisi D, dan Muhaimin Anggota DPRD kota komisi A, mengikuti kegiatan hingga akhir acara.
Agus Mashuri mengatakan bahwa kegiatan ini perlu menjadi perhatian khusus bagi pemerintah kota Surabaya, dikarenakan terdapat banyak unsur sejarah didalamnya selain menjadi kegiatan keagamaan.
“Memang belum ada riset dan penelitian yang pasti menyatakan dimana makam Pangeran Benowo, namun dengan keyakinan melalui cerita turun temurun, masyarakat sini meyakini bahwa makam pangeran Benowo berada di Krajan ini,” ujar Mashuri.
Ia menambahkan akan mendorong Pemkot, agar situs makam Pangeran Benowo menjadi salah satu tujuan wisata Religi, sebagaimana wisata religi yang lain
Sebagai warga asli di kecamatan Pakal Agus Mashuri merasa terpanggil untuk mendukung kegiatan positif ini, sudah menjadi kewajiban baginya untuk membantu dan menjaga kelestariannya
“Saya tinggal disini, dan dipilih warga sebagai wakil di dewan , ini sudah menjadi kewajiban untuk menyampaikan aspirasi yang ada, terlebih pangeran Benowo ini merupakan Ulama yang mempunyai pengaruh besar di kalangan masyarakat Nahdliyyin,” jelas Mashuri yang juga Bendahara DPW PPP Jatim.
Sementara itu ketua panitia Haul ke 47 H.Ali Afandi mengatakan bahwa dengan bantuan anggota dewan saat ini, pelaksanaan haul semakin semarak dan kwalitas acara lebih baik dari tahun lalu.
“Perlengkapan acara untuk kegiatan ini banyak didukung Cak Mashuri, bahkan untuk bantuan Videotron yang ngawal menuju Pemkot juga beliau ,” ujar H. Ali.
Warga berharap situs makam Pangeran Benowo ini bisa menjadi destinasi wisata Religi dari Pemkot, sehingga perawatan bisa mendapat perhatian.
“Sejak makam direnovasi tahun 1992, pada tahun 2019, walikota Bu Risma merenovasi kembali hingga bentuk seperti saat ini,” jelas H. Ali.
Haul Pangeran Benowo yang rutin digelar setiap tahun ini diharapkan dapat terus menjadi momentum untuk mengenang jasa dan nilai-nilai luhur Pangeran Benowo, serta mendorong pengembangan wisata religi di Surabaya, yang secara tidak langsung menjadi penggerak perekonomian, khususnya UMKM. (joe)






