Surabaya, petisi.co – Imam Syafi’i, anggota komisi D, DPRD Surabaya, menyikapi hasil Rapat Evaluasi kinerja triwulan pertama tahun 2025, RS Soewandi yang menerangkan data angka keuangan dengan nilai cukup baik, di ruang rapat komisi D, gedung DPRD Surabaya pada Senin (26/5/2025).
Hasil RDP menyatakan pendapatan triwulan pertama RS Soewandi sebesar 74 milliar dari target yang dicanangkan sebesar 72 milliar.

“Bisa diartikan hasil yang diperoleh RS. Soewandi jika diprosentasekan sebesar 102 persen, yang juga membuktikan bahwa RS. Soewandi melampaui target yang telah di tetapkan sebelumnya,” terang Imam Syafi’i.
Ia menyarankan agar RSUD Soewandhi meningkatkan pendapatan dengan menyasar pasien non-BPJS, karena saat ini hampir 95% pasien menggunakan BPJS, sehingga pendapatan dari pasien hanya sekitar 40%.
Berkaca dari RSU Dr. Soetomo yang mendirikan Graha Amarta sebagai rumah sakit pendamping yang menyasar pasien menengah atas, maka Imam mengusulkan untuk RS.Soewandi mendirikan instalasi mirip dengan Graha Amerta.
Sebagai solusi, Imam Syafi’i mengusulkan pembangunan instalasi khusus non-infeksi, khususnya onkologi, di Kapas Krampung Plasa yang saat ini sepi. Bangunan tersebut milik Pemkot Surabaya dan letaknya strategis berseberangan dengan RSUD Soewandhi.
“Kita bisa gunakan Kapas Krampung Plasa, yang kondisinya saat ini sepi, dan bangunan itu juga milik Pemkot Surabaya, daripada tidak terpakai dijadikan instalasi RS.Soewandi untuk pasien Non Infeksi maka akan lebih bermanfaat,” jelas Imam.
Ia menilai, dengan fasilitas onkologi RSUD Soewandi yang lengkap, instalasi khusus ini akan meningkatkan pendapatan. Konsep rumah sakit terintegrasi dengan pusat perbelanjaan sudah ada di kota lain dan sedang direncanakan di beberapa daerah.
“Di Bandung terdapat Rumah Sakit Onkologi dan jantung, yang terintegrasi dengan mal menjadi satu kesatuan ataupun mal, bahkan kabupaten Kudus sudah merencanakan pembangunan Rumah Sakit dan mal menyatu. Di Surabaya sendiri RS. Siloam juga akan membangun Rumah sakitnya di Cito Mal, hanya ada masalah perijinan yang belum selesai,” terang Imam Syafi’i.
Imam Syafi’i menekankan pentingnya proses uji kelayakan, seperti amdal lalin dan studi kelayakan parkir, sebelum rencana ini direalisasikan. (joe)







