Kodim 0804 Magetan Melaksanakan Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal

oleh
oleh
Kodim 0804 Magetan melaksanakan pembinaan antisipasi Balatkom dan paham Radikal.

MAGETAN, PETISI.CO – Kodim 0804 Kabupaten Magetan melaksanakan kegiatan Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal Semester II TA 2020 dengan mengambil Tema “Waspada Komonisme dan Radikal Demi Keselamatan NKRI”. Acara tersebut diikuti 100 orang bertempat di aula Kodim 0804 Magetan, Selasa (10/11/2020).

Pelaksanaan tersebut hadir Kasdim 0804/Magetan, Mayor Inf Edy Sunarko, S.Sos, Pa Staf Kodim 0804/Magetan, Danramil Jajaran Kodim 0804/Magetan, Anggota TNI dan PNS Kodim 0804/Magetan, Anggota Persit Kodim 0804/Magetan.

Mayor Inf Edy Sunarko, S.Sos selaku Kasdim 0804 Magetan menyampaikan, tujuan kegiatan pembinaan antisipasi balatkom dan faham radikalisme dilaksanakan dengan tujuan agar para prajurit benar benar memahami akan bahaya laten komunis dan paham radikalisme sehingga mampu mencegah berkembangnya ajaran komunisme dan paham radikalisme di wilayahnya.

Komunis dan faham radikalisme sangat berbahaya dan ancaman bagi NKRI. Karena itu semua warga negara harus berupaya mencegah dan melawannya.

Sebagai Anggota TNI harus turut serta melawan bahaya laten komunis dan faham radikalisme yang berusaha merongrong Pancasila dan membahayakan NKRI.

Saya mengingatkan kepada Anggota semua agar selalu waspada terhadap susupan pihak tertentu yang terus berupaya mengganggu keutuhan NKRI.

Dan Seluruh Anggota untuk selalu aktif memantau jika menemukan ada indikasi kelompok tertentu yang berupaya merongrong keutuhan NKRI karena sampai sekarang selalu ada pihak tertentu yang terus berupaya menyebarkan komunis dan faham radikalisme.

“Karena itu kita harus waspada jika menemukan yang demikian, harus ambil langkah yg tepat dalam mengamankan dan menjaga keselamatan bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman,” terangnya.

Sementara Kapten Inf Waluyo Utomo juga menyampaikan, materi Antisipasi Bahaya laten komunisme. Pahlawan Nasional asal Magetan yaitu Gubenur Suryo cikal bakal sebagai Pahlawan Nasional dengan gigih berani pada masa kepemimpinannya dalam memimpin perang melawan penjajah.

“Kematian gubenur tanggal 11 Oktober 1948 dalam rombongan Amir Saripudin rombongan PKI dalam waktu bersamaan ketemu mobil yang dikendarai Duryad terjadi peperangan akhirnya Gubenur Suryo meninggal dimakamkan di Jalan Salak Magetan menjadi korban kebiadapan PKI yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional,” sambutnya.

Pasi Ter Kapten Inf Misran juga menyampaikan, dalam pelaksanaan balatkom tersebut Bapak dan Ibu supaya paham dan mengerti tentang Sejarah Pahlawan Nasional dan Keganasan PKI dalam membunuh Para Pejuang yang mempertahankan NKRI.

Dalam kehidupan pandemi agar Bapak Ibu supaya melaksanakan kehidupan new normal cuci tangan dan jaga jarak sehingga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat terhindar dari Covid-19.

Komponen radikalisme aliran radikal dalam politik yang menginginkan perubahan sosial politik secara drastis sikap ekstrip menghendaki perubahan sistem di masyarakat seakar akarnya.

“Radikalisme tindakan ekstrim yang dilaksanakan seseorang atas kelompok orang yang cenderung dengan kekerasan mengatas namakan agama,” tutupnya. (pgh)

No More Posts Available.

No more pages to load.