Lampu Dekorasi di Kota Lama Surabaya Dicuri, Pemkot Perketat Patroli

oleh -210 Dilihat
oleh
Ilustrasi Kawasan Kota Lama Surabaya

Surabaya, petisi.co – Sejumlah lampu dekorasi di kawasan Kota Lama Surabaya dilaporkan hilang diduga akibat pencurian. Aksi ini terjadi di sekitar Jalan Panggung, Kelurahan Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantikan, yang dikenal sebagai salah satu kawasan wisata bersejarah Kota Pahlawan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini memperketat patroli dan sistem pengawasan untuk mencegah kasus serupa terulang.

Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyayangkan tindakan pencurian fasilitas umum yang dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ia menegaskan, fasilitas publik seperti lampu hias dibangun untuk meningkatkan keindahan kota sekaligus menggerakkan sektor wisata dan ekonomi warga.

“Kita terus edukasi masyarakat. Ini kan lampu duitnya dari APBD, buat masyarakat juga. Jadi ayo dijaga. Kalau ada yang tahu siapa yang nyolong, ayo bareng-bareng ditangkap,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi, Selasa (7/10/2025).

Eri menjelaskan, keberadaan lampu-lampu dekoratif di Kota Lama merupakan bagian dari penataan kawasan wisata heritage yang bertujuan mempercantik wajah kota dan menarik lebih banyak wisatawan.

Kunjungan wisatawan, lanjutnya, akan berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pergerakan berbagai sektor ekonomi lokal.

“Kalau banyak wisatawan datang, hotelnya bergerak, rumah makannya laku. Kalau semua bergerak, insyaallah PAD Surabaya naik. Tapi kalau lampunya dicuri, ya gimana kota ini mau maju?” ujarnya.

Selain lampu hias, Pemkot Surabaya juga mencatat kasus serupa menimpa kabel penerangan dan jaringan listrik di area publik. Menurut Eri, pelaku bahkan nekat mengambil kabel yang ditanam di bawah saluran air (got).

“Bukan cuma lampu, kabel juga banyak yang hilang. Bahkan kabel di bawah got pun bisa lenyap,” ungkapnya.

Sebagai langkah antisipatif, Pemkot Surabaya telah menyiagakan petugas patroli keliling secara berkala di kawasan Kota Lama. Selain itu, penambahan kamera pengawas (CCTV) juga dilakukan di titik-titik strategis, termasuk ruas jalan yang minim penerangan.

“Kita lakukan patroli rutin dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk penegakan hukum. CCTV juga terus ditambah agar pengawasan makin ketat,” kata Eri.

Wali Kota Eri kembali mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kepedulian masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan.

Ia meminta warga untuk merasa memiliki fasilitas kota dan melindunginya dari potensi perusakan maupun pencurian.

“Saya minta warga Surabaya, ayo dijaga bareng-bareng. Ini barangnya panjenengan (kalian) semua. Kalau Kota Lama makin bagus, wisatawan makin banyak datang, ekonomi warga juga ikut bergerak,” tuturnya.

Eri menambahkan, meningkatnya aktivitas ekonomi akibat sektor wisata yang hidup akan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

“Kalau hotel makin laris, rumah makan makin ramai, PAD naik. Kalau PAD naik, sekolah bisa gratis, layanan pendidikan dan kesehatan juga bisa gratis,” tegasnya. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.