Lewat Yuyuk Exhibition, ECOTON Gaet Masyarakat untuk Lestarikan Sungai

oleh
oleh
Universitas Airlangga Surabaya menggelar SDG’s Festival 2023

SURABAYA, PETISI.CO – Dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Airlangga ke-69, Universitas Airlangga Surabaya menggelar SDG’s Festival 2023. Acara tersebut, yang berlangsung mulai 20 hingga 22 November 2023 di Gedung Direktorat UNAIR Kampus C, Surabaya, bertujuan untuk mendorong kolaborasi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Festival ini dibuka dengan peluncuran buku referensi seri SDG’s UNAIR dan dilanjutkan dengan rangkaian acara, termasuk Seminar International dan Talkshow SDG’s, dengan menghadirkan pembicara terkemuka dari berbagai institusi seperti UNDP, WSU, Bappenas, Gubernur Jawa Timur, hingga Wali Kota Surabaya.

Salah satu mitra yang turut berpartisipasi adalah Ecoton Foundation, yang berkontribusi dalam Pameran Inovasi Booth SDG’s dengan menyoroti bahaya mikroplastik.

Ecoton tidak hanya menyemarakkan acara, tetapi juga menyajikan beragam program menarik, termasuk games dan informasi mengenai bahaya mikroplastik serta implikasinya terhadap kesehatan manusia. Dalam upaya mengedukasi pengunjung tentang dampak mikroplastik, Ecoton berusaha merangsang minat mereka untuk secara aktif berpartisipasi dalam pengurangan sampah plastik.

Dhea, mahasiswa jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Trunojoyo Madura, menjelaskan bahwa mikroplastik, yang berukuran kurang dari 5 milimeter, merupakan permasalahan baru yang mengancam kesehatan lingkungan dan manusia.

“Lebih dari 10.000 senyawa kimia berbahaya yang menyusun plastik dapat mengganggu hormon reproduksi,” ungkap Dhea.

Rafika Aprilianti, selaku perwakilan Ecoton menyatakan bahwa fokus tujuan SDG’s pada pameran festival SDG’s 2023 mencakup berbagai aspek, termasuk kesehatan yang baik, kesetaraan gender, akses air bersih dan sanitasi, kota dan komunitas yang berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

“Tidak hanya itu, ada juga penanganan perubahan iklim, menjaga ekosistem laut dan darat, perdamaian, keadilan, kelembagaan yang tangguh, dan kemitraan untuk mencapai tujuan,” ujarnya.

Selain mengedukasi, ECOTON juga memperkenalkan Maskot “Yuyu,” salah satu biota air yang sangat tercemar mikroplastik. Tak hanya itu, Ecoton juga memperkenalkan dan menjual solusi pengurangan plastik sekali pakai (PSP), seperti tas totebag yang dapat digunakan ulang, popok bayi, hingga pembalut kain guna mengurangi pencemaran di sungai.

Dengan berbagai inisiatif ini, Ecoton berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam melestarikan sungai dan mengurangi dampak negatif plastik terhadap lingkungan. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.