Libur Nataru 2025, Dishub Jatim Pastikan Tak Kandangkan Bus Trans Jatim

oleh
oleh
Nyono saat diwawancarai wartawan

Surabaya, petisi.co – Menyambut Hari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur (Jatim) memastikan layanan transportasi massal unggulan, Bus Trans Jatim dan Trans Laut, tetap beroperasi secara normal.

“Komitmen pemerintah provinsi adalah memberikan pelayanan prima di tengah lonjakan mobilitas warga yang ingin berlibur maupun pulang kampung,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono kepada wartawan usai menghadiri Hari Ibu Provinsi Jatim di Surabaya, Rabu (24/12)

Untuk moda transportasi darat, Nyono menyebut Bus Trans Jatim tidak akan dikandangkan selama masa libur panjang ini. Armada bus yang menjadi andalan warga komuter di wilayah Gerbangkertasusila hingga koridor baru lainnya dipastikan tetap beroperasi sesuai jadwal.

“Bagi masyarakat yang mengandalkan transportasi publik lokal, Bus Trans Jatim dipastikan tetap beroperasi normal tanpa libur selama masa Nataru untuk mendukung mobilitas warga,” katanya.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan pribadi di jalan raya, sekaligus memberikan opsi transportasi yang murah, aman, dan nyaman bagi wisatawan domestik yang ingin menjelajahi sudut-sudut Jatim.

Tak hanya di darat, layanan Trans Laut yang melayani rute-rute kepulauan juga terus bersiaga. Meski animo masyarakat sangat tinggi, Nyono memastikan bahwa untuk saat ini belum ada penambahan jam operasional maupun armada baru.

“Untuk rute pendek, jadwal tetap berlaku pada Senin hingga Kamis pukul 08.00 sampai 15.00 WIB. Sementara untuk rute panjang tersedia pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Kalau Trans Laut tidak ada penambahan jam operasional. Tetap sesuai jadwal yang ada,” jelasnya.

Meski masih berstatus rute perintisan, Nyono mengungkapkan bahwa tingkat keterisian penumpang (okupansi) Trans Laut menunjukkan tren yang sangat positif. Kehadiran kapal cepat ini menjadi solusi nyata bagi warga pulau yang selama ini akses mobilitasnya terbatas.

“Okupansi saat ini sudah mencapai sekitar 60%. Warga di pulau-pulau seperti Pulau Gili Mandangin dan Pulau Gili Ketapang sangat senang. Mereka merasa sangat terbantu karena difasilitasi oleh Gubernur melalui Trans Laut ini,” paparnya.

Mengenai rencana penambahan armada di tahun mendatang, Nyono bersikap realistis. Mengingat kondisi fiskal atau anggaran daerah yang sedang mengalami penyesuaian, rencana penambahan kapal untuk tahun 2026 belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

“Saat ini armada masih satu. Meski animo besar, karena fiskal kita turun, nanti akan ada penyesuaian jam operasional saja untuk menyiasatinya. Kami tetap fokus memaksimalkan satu armada yang ada untuk melayani masyarakat dengan standar kenyamanan yang tetap terjaga,” jelasnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.