Peleburan Timah Diduga Kembali Beraktifitas, Warga Geram

oleh
oleh
Deretan Jubung peleburan timah di Kecamatan Pucuk

LAMONGAN, PETISI.CO – Kegeraman masyarakat desa yang ada wilayah Kecamatan Sekaran terus dirasakan mereka. Pasalnya akibat dari pembakaran timah membawa dampak polusi yang luar biasa bagi kesehatan masyarakat dan kualitas udara di lingkungannya.

Seperti disampaikan perwakilan warga yang disebutkan namanya, beberapa warga Desa Bulutengger dan Miru, Kecamatan Sekaran ini sudah mencapai puncak kegeramannya akibat ulah beberapa pengusaha peleburan timah yang kembali beraktifitas.

Papan penghentian usaha pembakaran timah dari Pemkab Lamongan

Dirinya mengungkapkan, aktifitas mereka diduga dilakukan pada malam hari ketika masyarakat sedang tertidur untuk menghindari dari pantauan masyarakat. “Namun kita masih tetap mencium adanya aroma hasil pembakaran atau peleburan timah,” ungkapnya, Selasa (9/11) pada awak media.

Pihaknya juga mengakui, meski wilayah kita ada di Kecamatan Sekaran, akan tetapi dampak dari asap peleburan timah (Jubung) yang ada diwilayah Kec. Pucuk itu mengarah ke utara karena dorongan angin.

“Berbeda kalau angin mengarah ke selatan, kuat dugaan kami, mereka akan menghentikan aktifitasnya karena menuju jalan nasional Jakarta – Surabaya,” akunya.

Sedangkan kita ketahui, kegiatan peleburan timah tersebut sudah ditutup dan dinyatakan ilegal sesuai hasil rekomemdasi Komnas HAM pada tahun 2014 silam karena aduan warga terdampak.

“Jujur mas, warga kesal karena sudah berulang kali diperingatkan, rekomendasi Komnas HAM itu sudah jelas kegiatan pembakaran timah ilegal dan ditutup, akan tetapi justru seakan kembali beroperasi seolah mengindahkan rekomendasi Komnas HAM,” katanya.

Kami juga beberapa waktu lalu sudah menyampaikan dan dimediasi oleh pihak Polri terkait hal itu.

“Tentu ke depan kami berharap aparat penegak hukum (APH) untuk segera turun menertibkan kembali dan memberikan sangsi tegas bagi pengusaha nakal yang merugikan masyarakat,” tandasnya. (ak)

No More Posts Available.

No more pages to load.