Pemkab tak Bayar Subsidi, Keuntungan PDAM Bondowoso Menurun

oleh
oleh
Direktur PDAM Bondowoso, April Areista Bhirawa
Alami Defisit Anggaran, PDAM  Melakukan Investasi Besar-besaran

BONDOWOSO, PETISI.CO – Tunggakan asuransi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sebesar Rp 5 miliar yang menjadi tanggungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso belum bisa dibayarkan.

Asuransi yang dikeluarkan oleh PDAM mulai tahun 2018 sampai 2021 ini belum diganti oleh Pemkab Bondowoso. Padahal penetapan peraturan pemerintah dan menteri apabila tarif PDAM belum Full Cost Recovery (FCR) atau tarif bisa menutupi operasional, pemerintah daerah harus mengganti dana berupa subsidi.

Ketika pihak DPRD Bondowoso melakukan rapat koordinasi sangat mengapresiasi terhadap kinerja PDAM. Sebab, telah menunjukkan kinerja yang bagus, sehingga mendapatkan penghargaan Top BUMD Award 2020 yang diterima bupati.

Sayangnya, Pemkab Bondowoso yang seharusnya melakukan pembayaran subsidi tarif PDAM tapi belum terlunasi, sehingga mempengaruhi keuangan dan kinerja PDAM.

Dikonfirmasi, Direktur PDAM Bondowoso, April Areista Bhirawa, mengatakan, asuransi yang belum dibayar oleh pemerintah berkisar Rp 5 miliar. Ini mengakibatkan keuntungan menurun.

Menurutnya, padahal subsidi yang dikeluarkan PDAM digunakan untuk pelayanan masyarakat.

“Tahun 2018 asuransi yang belum dibayar Rp 1,9 miliar, tahun 2020 sekitar Rp 3 miliar,” jelasnya.

Di samping itu, ia mengaku, PDAM mengalami defisit anggaran tahun 2020, sehingga melakukan investasi besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan masyarkat.

“Alhamdulillah di tengah pandemi ini, PDAM masih bertahan dan bisa memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat,” katanya sambil mengimbuhkan, seandainya, pemerintah memberikan subsidi yang dikeluarkan PDAM keuntungan PDAM miliaran rupiah.(tif)

No More Posts Available.

No more pages to load.