Petisi
Agus Hebi Djuniantoro
EKONOMI

Pemkot Surabaya Akan Lakukan Evaluasi Terkait Kedisiplinan Peneranpan Protokol Keamanan

Di Pasar Kapasan

SURABAYA, PETISI.CO – Setelah 14 hari penutupan, akhirnya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali membuka Pasar Kapasan yang terletak di Jalan Kapasan, Kecamatan Simokerto Surabaya. Meski dibuka, pihak Pemkot Surabaya tetap akan melakukan evaluasi selama seminggu kedepan.

Kepala Bagian Administrasi perkonomian dan Usaha Daerah Pemerintah Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, Pasar Kapasan telah dibuka kembali pada hari ini, Sabtu (18/4/2020).

“Hari ini memang buka, tapi dengan catatan. Saya yakin ini belum aman, karena memang untuk virus ini kita tidak tahu. Tapi yang jelas di Kapasan ini sudah disemprot detail dari dalam dan sorroundingnya (sekitar) pasar,” kata Agus Hebi ketika ditemui di Pasar Kapasan.

Agus Hebi mengungkapkan, pihak juga telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang disana untuk mematuhi setiap protokol pencegahan Covid-19 ini, seperti setiap pedagang dan pengunjung Pasar Grosir itu diwajibkan menggunakan masker.

“Kalau yang tidak pakai masker tidak boleh masuk dan berjualan, mencuci tangan, masuk ke bilik disinfektan, dan diperiksa suhu tubuhnya, kalau suhunya 38 lebih tidak boleh masuk,” ungkapnya.

Pemerintah Kota juga bekerja sama dengan Petugas Pemadam Kebakaran (PMK), Satpol PP, dan BPB Linmas Kota Surabaya dalam upaya penerapan protokol itu. Sedangkan untuk akses pintu masuk yang sebelumnya berjumlah belasan, kini yang dibuka hanya sekitar 6 pintu saja.

Ia menerangkan, Pemkot Surabaya sendiri juga akan melakukan langkah evaluasi selama seminggu ke depan, mengenai kedisplinan penerapan protokol keamanan di Pasar Kapasan bagi setiap orang, baik itu pedagang atau pun pembeli yang datang ke Pasar Kapasan.

“Mulai Sabtu ini hingga Sabtu depan, semingguan ini akan dievaluasi. Memang untuk menggunakan masker kalau tidak biasa itu ya susah. Kita juga mendidik pedagang supaya tidak menerima uang secara langsung. Pokoknya protokol covid ini harus pelaksanakan,” terangnya.

Agus Hebi berharap, kedepannya pandemi ini bisa segera berakhir dan bagi setiap orang untuk dapat jujur mengenai kondisi kesehatannya masing-masing. “Semoga tidak ada masalah lagi untuk kedepannya, intinya harus disiplin dan jujur. Kalau semisal ada yang panas ya harus ngomong,” harapnya.

Kendati demikian, ia menegaskan jika ada seseorang disana (Pasar Kapasan) terpapar Covid-19, maka pihaknya akan menutup kembali oprasionalnya. “Tapi kalau misalnya ada satu yang kena lagi, kita akan tutup lagi, begitu juga pasar lain. Emang sosialisasi ini perlu penegasan. kalau gak disiplin gak bisa,” pungkasnya.(nan)

terkait

Babinsa Dawarblandong Bantu Petani Panen Padi

redaksi

Stan Pemerintah Kabupaten Sijunjung Terbaik 1 di Ajang Sumbar Expo 2017

redaksi

Produk Lokal Jember Jadi Magnet Pameran Nasional di NTB

redaksi