Pemkot Surabaya Bantu Kembalikan Ijazah yang Ditahan Salon

oleh
oleh
Kepala Dinas Tenaga Kerja Surabaya, Ahmad Zaini

Surabaya, petisi.co – Pemerintah Kota Surabaya menunjukkan komitmennya melindungi hak pekerja dengan memfasilitasi pengembalian ijazah milik Oci Tartanti (22), mantan karyawan salon yang sebelumnya ditahan tempat kerjanya.

Penyerahan ijazah dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Achmad Zaini, pada Kamis (17/4/2025).

Kasus ini mencuat setelah Oci mengirim pesan langsung ke Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi via Instagram, mengadukan penahanan ijazahnya oleh salon tempat ia bekerja. Disperinaker langsung menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kami langsung ke perusahaan dan melakukan negosiasi. Pihak salon bersikap kooperatif,” kata Zaini pada Jumat (18/4/2025).

Menurut Zaini, ijazah Oci ditahan karena masih ada tunggakan Rp 850 ribu dari total utang Rp 1,3 juta, yang berkaitan dengan pelatihan gratis yang diberikan salon. Setelah Oci melunasi sisa utangnya, salon bersedia mengembalikan ijazah tersebut.

“Perusahaan merasa sudah memberi pelatihan hingga dia mahir, jadi ada semacam kompensasi. Tapi sisa tunggakan sudah dibayar dan ijazah dikembalikan,” jelasnya.

Zaini juga mengimbau perusahaan lain agar tidak lagi menahan ijazah atau dokumen penting milik karyawan. Ia mengajak perusahaan menyerahkan dokumen tersebut melalui posko pengaduan yang telah disediakan tanpa perlu khawatir nama perusahaan dipublikasikan.

Tiga posko pengaduan dibuka di Balai Kota Surabaya, Kantor Disperinaker, dan kantor pengacara Krisnu Wahyuono. Posko dibuka setiap hari pukul 12.00 WIB.

Oci, yang kini disapa Cici, mengaku awalnya diminta membayar penalti Rp 30 juta karena tak menyelesaikan kontrak kerja selama tiga tahun sejak 2022. Ia keluar pada 2023 karena hamil dan melahirkan.

“Saya sempat diminta kembali kerja, tapi tidak bisa karena sudah punya anak. Saya kerja di Kediri, lalu perusahaan lama bilang saya menyebarkan ilmu mereka dan harus bayar penalti,” ujar warga Nganjuk ini.

Ia pun berterima kasih atas respons cepat dari Pemkot Surabaya. “Setelah DM Pak Wali Kota, saya langsung diajak ambil ijazah,” katanya. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.