Pemkot Surabaya Dorong Ekonomi Lokal Lewat Koperasi Kelurahan

oleh
oleh
Kepala Bidang Koperasi Dinkopumdag Surabaya, Reza Fahreddy

Surabaya, petisi.co – Pemerintah Kota Surabaya terus mempercepat proses pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di seluruh kelurahan. Hingga Selasa (27/5/2025), sebanyak 90 dari 153 kelurahan telah menyelesaikan proses musyawarah kelurahan (muskel) untuk memilih pengurus koperasi secara terbuka.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, Reza Fahreddy, menjelaskan bahwa pembentukan koperasi dilakukan dengan prinsip partisipatif dan inklusif, dimulai dari musyawarah terbuka di tingkat kelurahan.

“Syaratnya sederhana: warga berusia 17 tahun ke atas dan berdomisili sesuai alamat KTP. Jadi, warga Kelurahan Ngagel misalnya, ya hanya mereka yang bisa menjadi anggota KMP Ngagel,” jelas Reza.

Menurutnya, proses ini bersifat sukarela, dan anggota koperasi dipilih dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari Kader Surabaya Hebat (KSH), Karang Taruna, hingga tokoh lokal lainnya. Saat ini, koperasi yang terbentuk telah memiliki 15–25 anggota per kelurahan, melampaui batas minimal 9 orang yang diatur dalam UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Dalam surat edaran terakhir, jumlah minimal ditetapkan 15 orang agar representasi warga lebih merata,” ujarnya.

Reza menegaskan bahwa struktur kepengurusan koperasi harus bebas dari konflik kepentingan. Lurah bertindak sebagai Ketua Pengawas ex-officio, dan tidak boleh memiliki hubungan darah atau semenda dengan pengurus koperasi lain. LPMK juga diperbolehkan menjadi pengawas, tetapi tidak boleh masuk dalam jajaran pengurus aktif.

“Baik Lurah maupun LPMK boleh menjadi pengawas, tapi tidak boleh mengelola langsung koperasi,” katanya.

Dinkopumdag menargetkan seluruh 153 koperasi kelurahan tuntas terbentuk pada 28 Mei 2025. Koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal, terutama melalui unit usaha seperti toko sembako, program padat karya, dan pengembangan UMKM.

“Koperasi ini bukan hanya soal simpan pinjam, tapi tentang memberdayakan potensi ekonomi warga di lingkup terkecil,” ungkap Reza.

Ia juga berharap koperasi ini bisa berkontribusi langsung dalam mengurangi angka pengangguran di Surabaya. “Anak-anak muda yang belum bekerja bisa terlibat dalam unit usaha koperasi. Ini bentuk ekonomi gotong royong yang dikembangkan dari bawah,” tutupnya. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.