Surabaya, petisi.co – Surabaya kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih peringkat pertama sebagai pemerintah kota dengan capaian tertinggi dalam Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) Monitoring Center for Prevention (MCP) periode 2018-2024.
Penghargaan ini diumumkan dalam acara peluncuran indikator IPKD MCP 2025 yang digelar secara daring oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), pada Rabu (5/3/2025).
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menekankan bahwa MCP merupakan alat strategis bagi pemerintah daerah dalam mengukur efektivitas program pencegahan korupsi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan dalam pencegahan korupsi tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga pada regulasi yang mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih dan sehat.
“Pencegahan korupsi harus memperkuat tata kelola pemerintahan tanpa menghambat sektor usaha dan pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, MCP perlu menjadi sistem yang efektif dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas,” ujar Setyo.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pengawas, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang transparan serta akuntabel. Dengan pendekatan yang berbasis monitoring, surveillance, controlling, dan prevention, ia berharap setiap daerah dapat mengontrol potensi kerawanan dan mengawasi dengan pendekatan kearifan lokal.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang turut hadir dalam acara tersebut secara virtual, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.
“Ayo terus bergotong royong dan saling menguatkan, kita lawan korupsi bersama. InsyaAllah, Surabaya semakin sejahtera,” ujarnya.
Eri juga mengungkapkan bahwa nilai Indeks MCP Kota Surabaya terus mengalami peningkatan, dari 97 pada 2023 menjadi 98 pada 2024. Angka ini jauh melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 76 serta capaian rata-rata Provinsi Jawa Timur sebesar 93,32.
“Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Surabaya dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan,” tambahnya.
Dengan semangat kolaborasi, Eri berharap Surabaya terus menjadi contoh dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
“Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pencegahan korupsi akan selalu menjadi prioritas utama kami,” tandasnya. (dvd)






