Pengrajin Keris Minta Pemerintah Lebih Perhatian

oleh -216 Dilihat
oleh
La Nyalla sedang mengamati sebuah keris.(ist)
La Nyalla Serap Aspirasi Anggota SNKI di Surabaya

SURABAYA, PETISI.CO – Pengrajin keris yang terhimpun dalam Sekretariat  Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) Korwil Jawa Timur berharap agar Ketua DPD RI  La Nyalla Mahmud Mattalitti  menyampaikan kepada pemerintah pusat untuk lebih perhatian  kepada para pengrajin keris. Khususnya dari generasi penerus para Mpu Keris Pusaka.

Harapan ini disampaikan Agung G. Wisnu, koordinator wilayah SNKI Jawa Timur ketika bertemu dengan La Nyalla di Surabaya, Minggu (15/3/2020) petang.

Dalam pertemuan itu, La Nyalla yang juga dikenal sebagai kolektor keris pusaka itu, menerima sejumah aspirasi yang disampaikan oleh Korwil SNKI Jatim. Pertemuan itu dihadiri belasan pengurus SNKI. Termasuk KRHT Sukoyo, yang juga dikenal sebagai kurator keris senior.

“Ada beberapa aspirasi dari kami. Diantaranya agar Pak La Nyalla bisa sampaikan ke pemerintah pusat. Agar keris buatan para penerus Mpu, yang merupakan karya seni dan budaya bangsa bisa menjadi cindera mata resmi Indonesia di semua instansi dan lembaga negara, termasuk cindera mata resmi Presiden kepada tamu negara. Ini yang menjadi harapan kami,” papar Agung.

Selain itu, Agung juga berharap pameran keris pusaka dan keris baru dalam skala nasional diperbanyak. Dimasukkan sebagai agenda tahunan pemerintah. Sehingga, lanjutnya, para pengrajin keris, sebagai generasi penerus para Mpu, memiliki medium untuk menampilkan karya mereka.

“Perlu juga BNSP segera menerbitkan sertifikasi untuk lima profesi terkait keris. Mulai dari pembuat warangka, pendok, desain keris dan penjamas serta pengerajinnya,” jelasnya.

Keris Nogo Siluman

Sementara itu, terkait pengembalian keris yang disebut milik Pangeran Diponegoro dari pemerintah Belanda kepada pemerintah Indonesia, kurator keris KRHT Sukoyo mengatakan bahwa keris tersebut memiliki gelar Nogo Siluman.

“Namun dapurnya adalah Nogo Sosro. Jadi memang benar disebut Nogo Siluman. Tetapi itu gelar keris. Karena memang ada pusaka tertentu yang memiliki gelar. Tapi kalau dapurnya, itu Nogo Sosro. Kenapa mendapat gelar? Karena keris tersebut digunakan oleh Pangeran Diponegoro saat perang gerilya di hutan. Dan karena Pangeran Diponegoro sulit ditemukan, maka keris pusakanya mendapat gelar Siluman,” jlentreh pemilik Besalen Sanggar Condro Aji tersebut.

Menanggapi sejumlah aspirasi tersebut, La Nyalla berjanji akan menyampaikan kepada pemerintah tentang pentingnya menjaga warisan lehuhur dan perlunya memastikan generasi penerus pengrajin keris tetap ada dan lestari.

Sehingga warisan budaya yang telah mendapat pengakuan dari Unesco pada tahun 2005 tersebut tak hilang ditelan jaman.

La Nyalla yang pada tahun 2003 mendapat gelar Kanjeng Raden Haryo Tumenggung (KRHT) itu juga berjanji akan memotori terwujudnya pameran keris skala nasional yang diharapkan dapat menjadi agenda tahunan resmi pemerintah Indonesia.

“Insya Allah saya akan motori, nanti kita cari waktu yang tepat,” terang kolektor yang menyimpan sekitar 3000 keris pusaka tersebut.(ono)

No More Posts Available.

No more pages to load.