Polres Kediri Resmikan Tiga Kampung Tangguh Cegah Covid-19

oleh -93 Dilihat
oleh
Kapolres Kediri pada launching Kampung Tangguh di Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
-->

KEDIRI, PETISI.CO – Polres Kediri  bersama Pemerintah Daerah dan Kodim membentuk Kampung Tangguh sebagai upaya pencegahan virus ganas corona. Seperti giat yang dilakukan Kapolres Kediri pada launching Kampung Tangguh di Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono saat launching di Desa Dukuh mengungkapkan bahwa Polres  Kediri sudah menyiapkan tiga  Kampung Tangguh di wilayah hukumnya sebagai percontohan, diantaranya Desa Tulungrejo Pare, Desa Toyoresmi Ngasem dan Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih.

Menurutnya sejumlah kriteria ataupun komponen penunjang pembentukan Kampung Tangguh diantaranya ada sejumlah komponen penunjang.

“Komponen penunjang diantaranya memiliki sistem pengamanan yang efektif dan terkoordinir, tersedia posko sebagai pusat informasi dan koordinasi, memiliki SDM yang terlatih dalam hal mengevakuasi orang yang terkonfirmasi terpapar Covid-19 termasuk dalam pemulasaraan jenazah, petugas yang dapat memberikan konseling maupun binrohtal  kepada warga yang membutuhkan dan adanya manajemen pangan yaitu tersedianya lumbung pangan atau logistik yang diperuntukkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap AKBP Lukman Cahyono, Selasa (26/05/2020).

Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono meninjau Kampung Tangguh.

Untuk mewujudkan hal tersebut, maka diadakan pelatihan warga untuk dapat mengevakuasi penderita Covid-19, pelatihan warga untuk pemulasaraan jenasah Covid-19. Warga dapat mengatur sirkulasi pangan kampung/ logistik serta diadakan simulasi PSBB level kampung/pembatasan orang maupun kendaraan keluar masuk kampung.

Dia berharap dengan dibentuknya Kampung Tangguh setiap kampung memiliki kemandirian untuk melawan Covid-19, termasuk juga dampak sosial yang akan ditimbulkan dengan adanya wabah yang semakin meluas ini.

Adapun yg melatarbelakangi pembentukan kampung tangguh ini adalah bencana Covid-19 yang potensial meninggi eskalasinya sehingga semua orang maupun semua daerah berusaha secara mandiri  untuk melawan.

Hampir semua daerah mengalami bencana dan terkena dampaknya, maka asumsi dasarnya akan terjadi kelangkaan daya dukung dari luar sistem sehingga kelompok terkecil masyarakat harus mampu memiliki kemampuan adaptasi yang baik atau yg memiliki ketangguhan yang tinggi yang akan bertahan.

Pertahanan wilayah sangat berguna menangkal berbagai gangguan dari luar termasuk bencana. Mengorganisir satuan sosial tertentu akan sangat berguna untuk membantu berbagai gerakan struktural yang dilakukan pemerintah.

Dengan dibentuknya kampung tangguh Covid-19, masyarakat diharapkan siap pada kondisi terburuk. Pemerintahnya siap menghadapi bencana serta masyarakatnya tertib dalam menghadapi situasi bencana.

Dengan terbentuknya kampung tangguh ini diharapkan masyarakat setempat akan lebih siap sehingga segala permasalahan yang akan timbul dapat diminimalisir dan penyebaran Covid-19 dapat ditekan.

Untuk saat ini tiga kampung tangguh  akan menjadi role model/percontohan, selanjutnya Kapolres Kediri memerintahkan Kapolsek yang ada di jajaran Polres Kediri untuk berkoordinasi dengan perangkat desa yang ada dan mempersiapkan kampung tangguh di seluruh kecamatan yang ada di wilayah hukum Polres Kediri.

Hal senada juga diungkapkan Camat Ngadiluwih, Harminto, S.Sos bahwa syukur Alhamdulillaah disampaikan kepada pemerintah Desa Dukuh dan jajaranya, mudah-mudahan dengan dibentuknya Kampung Tangguh Desa Dukuh bisa melebar ke desa yang lain. Karena semua dituntut adanya kemadirian dari desa untuk menangani dan menyelesaikan masalah bila ada masyarakat yang terkonfirmasi virus corona.

Menurutnya untuk Ngadiluwih masih dikatakan stabil. “Sementara masih stabil dalam arti 12 yang terjangkit Covid-19, satu meninggal, satu sembuh dua perawatan medis di isolasi mandiri dan mudah-mudah tidak bertambah dan cepat selesai,“ ungkapnya.

Dari kesiapan Kampung Tangguh sendiri diungkapkan Kepala Desa Dukuh M. Junaidi Setiawan tidak mengira di desanya dijadikan Kampung Tangguh, hanya kesiapan sejak awal pandemi dan ada warga yang terdampak reaktif positif pihaknya sudah menyiapkan keseluruhannya. “Kita sendiri  tidak tahu kalau desa kami akan dijadikan Kampung Tangguh dari pemerintah,” pungkasnya. (bam)

No More Posts Available.

No more pages to load.