Tuban, petisi.co – Persatu Tuban sukses mengamankan kemenangan penting usai menumbangkan Nganjuk Ladang dengan skor 2-1 pada laga lanjutan babak 32 Besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2026. Pertandingan berlangsung di Stadion Tuban Sport Center (TSC), Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Rabu (7/1/2026).
Sejak peluit kick-off babak pertama dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan permainan terbuka. Persatu Tuban dan Nganjuk Ladang saling jual beli serangan dengan tempo tinggi. Anak asuh Slamet Sampurno mencoba membangun serangan melalui umpan-umpan panjang dari sektor sayap kanan. Namun, solidnya lini pertahanan Nganjuk Ladang mampu meredam tekanan Persatu.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-38. Persatu Tuban unggul lebih dulu lewat aksi Iryanto Wandik. Pemain bernomor punggung 7 itu sukses memanfaatkan peluang dan menjebol gawang Nganjuk Ladang, membawa Persatu unggul 1-0.
Keunggulan tersebut tak bertahan lama. Nganjuk Ladang langsung merespons dan berhasil menyamakan kedudukan. Shodik Ahmad Fatoni, pemain bernomor punggung 3, mencetak gol penyeimbang melalui tendangan terarah. Skor 1-1 bertahan hingga jeda turun minum.
Memasuki babak kedua, Persatu Tuban tampil lebih agresif. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan ke pertahanan Nganjuk Ladang. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-70. Egik Apriansyah, pemain bernomor punggung 19, mencetak gol kedua Persatu Tuban sekaligus mengubah skor menjadi 2-1.
Hingga peluit panjang dibunyikan, keunggulan Persatu Tuban tetap terjaga. Kemenangan ini memastikan tiga poin penting bagi Laskar Ronggolawe di babak 32 Besar.
Pelatih Nganjuk Ladang, Moch. Hasan, mengakui keunggulan Persatu Tuban. Menurutnya, meski anak asuhnya mampu menguasai jalannya pertandingan, kesalahan di lini belakang menjadi faktor penentu kekalahan.
“Secara permainan kami bisa menguasai bola, tapi blunder di lini belakang mampu dimanfaatkan Persatu Tuban. Selain itu, waktu perekrutan pemain yang mepet serta absennya beberapa pemain juga cukup berpengaruh,” ungkapnya.
Sementara itu, pelatih Persatu Tuban, Slamet Sampurno, mengaku bersyukur atas hasil positif tersebut. Ia menilai pertandingan berjalan cukup sulit dan masih terdapat sejumlah evaluasi, terutama di sektor lini tengah dan pertahanan.
“Kami bersyukur bisa menang, meski permainan belum sepenuhnya maksimal. Dengan stok pemain yang terbatas, kami harus tetap solid. Pasuruan United adalah tim yang bagus dan memiliki beberapa pemain yang perlu diwaspadai,” ujar Slamet. (ric)








