Tuban, petisi.co — Persatu Tuban harus menerima kenyataan pahit usai menelan kekalahan telak 0-3 dari Pasuruan United pada lanjutan Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026 Grup BB. Hasil ini sekaligus memastikan Persatu Tuban gagal melangkah ke babak 16 besar kompetisi tersebut, Jumat (9/12/2025).
Dalam pertandingan yang dipimpin wasit Sugeng Riyanto asal Jombang itu, Laskar Ronggolawe langsung berada di bawah tekanan sejak menit awal. Pasuruan United membuka keunggulan sangat cepat melalui gol Miftahul Husen nomor punggung 10 saat laga baru berjalan 1 menit 43 detik.
Gol kilat tersebut membuat tempo permainan berlangsung lebih ketat. Persatu Tuban berusaha merespons, namun solidnya permainan Pasuruan United kembali berbuah hasil. Pada menit ke-32, wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di kotak penalti. Rico Ardiansyah nomor punggung 9 yang maju sebagai algojo sukses menggandakan keunggulan.
Petaka bagi Persatu Tuban berlanjut jelang turun minum. Ahmad Burhanudin nomor punggung 8 mencetak gol ketiga pada menit ke-44, sekaligus membawa Pasuruan United unggul 3-0 hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Persatu Tuban mencoba bangkit. Momentum sempat berpihak setelah Pasuruan United harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah yang diterima Dila Maulana nomor punggung 16 pada menit ke-61.
Unggul jumlah pemain, Persatu Tuban meningkatkan intensitas serangan dan terus menekan pertahanan lawan. Namun rapatnya lini belakang Pasuruan United membuat sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol.
Peluang emas datang di menit ke-90 saat Persatu Tuban mendapatkan hadiah penalti. Sayangnya, eksekusi Rio nomor punggung 36 gagal dimanfaatkan untuk memperkecil ketertinggalan. Tambahan waktu empat menit tak mampu mengubah keadaan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap Pasuruan United 3 – Persatu Tuban 0.
Kepala Pelatih Pasuruan United, Bio Paulin Pierre, mengapresiasi kerja keras para pemainnya.
“Terima kasih. Kami bangga karena pemain menjalankan instruksi dengan baik. Mereka memiliki potensi besar. Kami juga menghormati lawan, ini sepak bola dan hari ini kami lebih beruntung. Semoga ke depan bisa melangkah ke tingkat nasional. Ini hasil kerja keras tim,” ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Persatu Tuban Slamet Sampurno menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Tuban atas hasil yang belum memuaskan.
“Saya mohon maaf kepada masyarakat Tuban. Absennya beberapa pemain kunci cukup berpengaruh terhadap permainan kami,” ungkapnya.
Ia mengakui gol cepat di awal pertandingan sangat memengaruhi mental para pemain sehingga strategi yang telah disiapkan tidak berjalan maksimal.
“Gol yang terjadi terlalu cepat membuat mental pemain terganggu. Strategi tidak berjalan sesuai rencana. Sekali lagi kami mohon maaf kepada masyarakat Kabupaten Tuban,” pungkasnya.
Usai pertandingan, kekecewaan pendukung Persatu Tuban tak terbendung. Sejumlah suporter menyuarakan protes dan melontarkan kritik kepada manajemen klub. Mereka menilai kegagalan Persatu Tuban lolos ke babak 16 besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur menjadi bukti perlunya evaluasi menyeluruh, baik dari sisi manajemen, tim pelatih, maupun komposisi pemain, agar prestasi Persatu Tuban ke depan bisa lebih baik. (ric)







