Surabaya dan Belanda Siap Bersinergi, Ini Fokusnya

oleh -368 Dilihat
oleh
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menerima kunjungan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen di ruang kerjanya

Surabaya, petisi.co – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menerima kunjungan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, di ruang kerjanya pada Kamis (16/1/2025). Dalam pertemuan ini, Wali Kota Eri memaparkan sejumlah program pembangunan dan kebutuhan Kota Surabaya, serta mengungkapkan keinginan untuk menjalin hubungan Sister City dengan salah satu kota di Belanda.

“Alhamdulillah, Pak Dubes dan Konsulat Belanda berkunjung ke Surabaya. Saya berharap ke depan dapat terjalin Sister City dengan salah satu kota di Belanda. Surabaya dan Belanda memiliki banyak kesamaan, baik dari kondisi alam hingga sistem saluran air,” ujar Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri menjelaskan bahwa banyak warga Belanda tertarik berkunjung ke Surabaya untuk mendalami sejarah yang menghubungkan kedua negara. Salah satu rencana yang disampaikan adalah pengembangan kawasan heritage, seperti makam Peneleh, oleh investor dari Belanda. Selain itu, pihaknya juga berupaya melestarikan Gedung Singa yang saat ini menjadi aset kementerian.

Kondisi geografis Surabaya yang mirip dengan Belanda, di mana permukaan laut lebih tinggi daripada daratan, juga menjadi topik utama. Wali Kota Eri menyampaikan rencana untuk belajar dari pengalaman Belanda dalam mengelola air guna mengatasi banjir yang kerap melanda Surabaya, terutama saat aliran air dari daerah hulu meluap.

“Surabaya merupakan wilayah hilir yang menerima aliran air dari daerah seperti Kediri, Jombang, dan Mojokerto. Saat debit air tinggi, Sungai Jagir Wonokromo sering meluap. Kami ingin belajar dari Belanda tentang pengelolaan air ini, termasuk pemanfaatan Sungai Kalimas,” jelasnya.

Ia juga berencana melibatkan akademisi dari Surabaya untuk berdiskusi dengan pakar Belanda demi mencari solusi yang bisa diterapkan secara efektif dan efisien.

Selain pengelolaan air, Wali Kota Eri juga mengungkapkan keinginannya untuk menjalin kerjasama di bidang olahraga, terutama sepak bola. Ia berharap dapat belajar dari Belanda, yang dikenal sebagai negara penghasil pemain sepak bola legendaris seperti Marco van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard.

“Tidak hanya dengan Liverpool, kami juga ingin mengembangkan pembinaan sepak bola anak-anak bersama Belanda,” ungkapnya.

Dalam bidang seni dan budaya, Wali Kota Eri mengusulkan kolaborasi untuk menghadirkan seni dan budaya Belanda di Balai Pemuda Surabaya, menghidupkan kembali fungsi tempat itu sebagai ruang interaksi budaya seperti pada masa lalu.

Wali Kota Eri berharap hubungan baik dengan Belanda dapat mencakup berbagai sektor, mulai dari inovasi, sejarah, hingga olahraga. Ia juga membuka kemungkinan kunjungan ke Belanda untuk mempelajari lebih lanjut kota-kota yang memiliki kesamaan dengan Surabaya.

Sementara itu, Dubes Marc Gerritsen menyambut baik rencana tersebut. Ia mengapresiasi upaya Surabaya dalam melestarikan bangunan bersejarah serta menangani tantangan perkotaan seperti pengelolaan air dan banjir.

“Surabaya adalah kota penting karena sejarah dan skalanya yang besar. Saya yakin banyak hal yang bisa dikerjakan bersama, termasuk pengembangan ekonomi dan olahraga,” kata Marc Gerritsen.

Dubes Belanda itu juga mengundang delegasi Surabaya untuk berkunjung ke Belanda guna berdiskusi langsung dengan para ahli, terutama dalam bidang pengelolaan air dan ekonomi.

“Saya berharap hubungan baik ini dapat menciptakan kolaborasi yang bermanfaat di berbagai bidang, termasuk sepak bola, yang saya dengar menjadi salah satu potensi besar di Surabaya,” pungkasnya. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.