Anggota Komisi IX DPR RI Heru Tjahjono dan BPOM Sosialisasi di Purwoasri Kediri

oleh
oleh
Heru Tjahjono, anggota Komisi IX DPR RI (tengah) bersama forkopimcam Purwoasri Kediri juga BPOM Kediri dan Wakil Ketua DPRD Kab Kediri

Kediri, petisi.co – Pentingnya masyarakat tahu akan bahayanya obat dan makanan sehingga anggota komisi IX Heru Tjahjono DPR RI melaksanakan kewenangannya sebagai wakil rakyat yang berada di pusat guna dapat monitoring langsung arus bawah dengan menggandeng BPOM Kediri dalam mensosialisasikan Tugas Pokok dan Fungsi BPOM.

Hal ini dimaksudkan agar masyarakat lebih cerdas, juga mempunyai pandangan ke depan yang terang dalam mengkonsumsi aneka makanan dan minuman serta penggunaan obat-obatan yang terjual bebas di pasar, mana yang boleh di konsumsi dan produk mana yang berbahaya bagi kita.

Heru Tjahjono, Komisi IX DPR RI melalui dapil Jatim VI yang meliputi Blitar, Kediri, Tulungagung dalam pekan ini gencar melakukan sosialisasi sebagai bahan evaluasi nantinya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan yang membidangi baik dari BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan, BGN, juga seperti yang dilakukannya pada sosialisasi dengan BPOM Kediri di Balai Desa Purwoasri, pada Jumat sore (20/6/2025).

Dalam sambutannya Heru Tjahjono menyampaikan pada auden mengenai perizinan, pentingnya perizinan produk produk makanan dan minuman juga obat-obatan pada BPOM akan menambah nilai dari produk itu sendiri. Dicontohkannya, utamanya pada ibu ibu dalam memilih produk scin care harus yang sudah ada izin dari BPOM, juga untuk bapak-bapak pada konsumsi obat kuat, juga harus ada yang berlabel izin BPOM.

Heru berharap dalam sosialisasi untuk selalu menanyakan kepada BPOM, sehingga diharapkan masyarakat faham  akan produk mana yang bisa dan boleh dipergunakan atau dikonsumsi sehingga aman dan minta penjelasan kepada pemateri saat melakukan presentasi.

Acara sosialisasi komisi IX DPR RI dengan BPOM di Balai Desa Purwoasri cukup menarik karena sebelum pelaksanaan ada pembagian door prize bagi mereka yang bisa menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan yang ditanyakan langsung Heru Tjahjono, walau tidak seberapa nilai hadiahnya akan tetapi bisa menambah suasana keakraban dan kedekatan langsung pada masyarakat.

Sementara, Rini Wulansari, S.Si, Apt selaku Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya dari BPOM memperkenalkan kepada auden dalam presentasinya, bahwa jumlah Badan POM ada tiga pertama, Balai Besar POM di Surabaya, yang mempunyai tugas di 27 kabupaten / kota di jawa timur , kedua BPOM Kediri dengan cakupan wilayah kerja meliputi Kediri Kota dan Kabupaten, Blitar Kota dan Kabupaten, Tulungagung, dan Trenggalek, dan BPOM Jember.

Secara detai Rini menjelaskan tupoksi dari BPOM itu sendiri yakni melakukan pengawasan baik pengawasan produk sebelum edar dan setelah edar, baik itu Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) Cara Produksi Kosmetik yang Baik (CPKB) juga ada Cara Produksi Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan lainnya yang kesemuanya harus di patuhi dan dipenuhi oleh para pelaku usaha.

“Sebelum edar Kami akan melakukan pengawasan terhadap bahan bahan yang digunakan dalam produksi usaha juga setelah mempunyai izin edar kami juga masih akan mengawasi peredarannya,” jelasnya.

Dimaksudkan BPOM melakukan pengawasan, masih kata Rini, itu sebagai bahan evaluasi sehingga bisa di ketahui produk tersebut aman atau tidak setelah beredar, “ Itu akan kami evaluasii saat proses produksinya, bahannya, karena semua itu berkaitan ,kalau keseluruhan tahapan sudah terpenuhi berarti aman untuk dikonsumsi,” terangnya.

Selanjutnya Rini Wulansari juga kampanye Cek Klik yang merupakan kampanye dari BPOM kepada para konsumen agar selalu waspada dan memeriksa produk obat dan makanan sebelum membeli. “Klik sendiri adalah singkatan dari Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa,” pungkasnya.

Perlu diketahui hadir dalam acara Sosialisasi  Forkopimcam Purwoasri, Wakil Ketua DRD Kabupaten Kediri, Sigit Sosiawan, S.E , anggota DPR RI Komisi IX Heru Tjahjono, dan dari BPOM Kediri Rini Wulansari. (bmb)

No More Posts Available.

No more pages to load.