Surabaya, petisi.co – Anggota DPRD Surabaya, Herlina Harsono Njoto, menyambut antusias peresmian Sekolah Luar Biasa (SLB)-B Negeri Karya Mulia Surabaya. SLB negeri pertama di kota ini dinilai menjadi tonggak penting dalam penguatan pendidikan inklusif.
“Kehadiran SLB negeri pertama di Surabaya ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memenuhi hak belajar anak berkebutuhan khusus,” ujar Herlina pada Senin (5/1/2026).
Politisi Demokrat ini mengapresiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, serta Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai atas terwujudnya SLB tersebut.
“Semoga ke depan pendidikan inklusif di Surabaya dan Jawa Timur semakin kuat dan berkeadilan,” ucapnya.
Herlina menjelaskan bahwa pendirian SLB-B Negeri Karya Mulia berasal dari usulan legislatif sejak periode 2024 saat dia berada di Komisi D DPRD Surabaya. “Saya pernah menyampaikan langsung kepada Pak Aries Agung bahwa Surabaya seharusnya memiliki SLB negeri,” katanya
SLB-B Karya Mulia sebelumnya dikelola yayasan, kini berubah status menjadi negeri. “Dengan menjadi SLB negeri akan ada support yang lebih kuat dari sisi anggaran, kebijakan, maupun pengembangan tenaga pendidik,” jelasnya.
Pada tahun anggaran 2025, Pemprov Jatim mengalokasikan lebih dari Rp130 miliar untuk penguatan SLB se-Jawa Timur. Sebanyak Rp22,6 miliar digunakan untuk revitalisasi dan Rp114,3 miliar untuk rehabilitasi ruang belajar serta penguatan layanan pendidikan inklusif.
Herlina berharap ke depan akan ada SLB negeri tipe lain di Surabaya, dengan dukungan yang tidak hanya pada bangunan fisik tetapi juga menyentuh kebutuhan guru, alat bantu belajar, dan layanan pendukung lainnya.
“Ini untuk memastikan hak belajar yang setara untuk semua anak kita,” pungkasnya. (joe)






