Diduga Memposisikan Dirinya Sebagai Politisi Bukan Seorang Birokrat
BONDOWOSO, PETISI.CO – Sejak dilantiknya kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso, tidak berhenti bikin kontroversi. Selalu menebar angin dan menuai badai (lagi). Masuk golongan kegaduhan yang bersumber dari dirinya sendiri.
Padahal Bupati Salwa Arifin sejak lama paling sebal pada kegaduhan yang tidak produktif.
Belum lekang dalam ingatan kita pada pernyataan kepala Disdikbud Bondowoso, Sugiono Eksanto, melalui pesan suara yang menganggap partai PKB dan Tohari sebagai lawan politik yang mem viral kan ‘Video Dangdutan’ miliknya.
Sejumlah tokoh masyarakat di Bondowoso, mengatakan, kegaduhan ini tidak mungkin reda karena menyebut PKB sebagai lawan politik. Pemilik suara itu memposisikan dirinya sebagai politisi bukan seorang birokrat.
“Di pesan suaranya kan menyebut membatalkan kunjungan karena masih gaduh urusan bernyanyi,” katanya, Senin (13/9/2021).
Sementara itu, Sugiono Eksanto, menulis pesan melalui WhatsApp dibagikan Informasi lewat Status, “menjelaskan, ‘Jika ada rekaman yang mirip suara saya yang mendiskreditkan suatu Parpol apalagi tokoh Parpol, dapat dipastikan itu bukan suara saya,” catatannya.
Sekadar informasi, Tohari dari fraksi PKB, meminta kepada bapak dan ibu guru serta seluruh pegawai Disdikbud Bondowoso agar tetap tenang dan bekerja seperti biasa.
“Kegaduhan yang terjadi menjadi urusan kepala dinas saja,” ringkasnya. (tif)







