PETISI.CO
Pendistribusian Vaksin Sinovac Kepada Pemerintah Kota Surabaya.
PERISTIWA

Pemkot Surabaya Beri Penjelasan Terkait Mekanisme Vaksinasi Covid-19

SURABAYA, PETISI.CO – Pemkot Surabaya mempersiapkan sejumlah rangkaian mekanisme penyuntikan vaksin COVID-19. Prioritas pada gelombang pertama ini ditujukan bagi tenaga kesehatan (nakes).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita menjelaskan data para nakes telah terlebih dahulu diinput. Nantinya, para nakes akan mendapat sms blast dari pemerintah pusat.

“Nakes itu sudah awalnya entry untuk pendaftaran terus ada nomor telfon. Nah, setelah nanti dari pusat itu akan mengirimkan sms blast yang mengatakan ‘anda mendapatkan undangan untuk vaksin, silahkan registrasi melalui aplikasi’,” kata Feny seusai menerima distribusi Vaksin Sinovac di Gudang Farmasi Kesehatan (GFK), Rabu (14/1/2021) siang.

Kemudian kata Feny, para tenaga kesehatan akan melakukan registrasi ulang. Sekaligus dilakukan screening lebih lanjut, guna mengetahui apakah si penerima vaksin memiliki komorbid (penyakit penyerta) atau tidak.

“Kalau misal dia punya hipertensi, diabet, kanker, itu dia akan mendapat balasan dari sistem, bahwa saat ini anda mempunyai komorbid hipertensi sehingga tidak dapat dilakukan vaksin. Jadi seperti itu,” jelasnya.

Setelah melalui tahap screening, maka calon penerima vaksin diminta untuk menentukan lokasi penyuntikan di salah satu fasilitas kesehatan.

Ketika mereka sudah memilih salah satu fasilitas kesehatan sebagai tempat vaksinasi, laporan tersebut akan diteruskan ke tempat yang menjadi dipilih sebagai lokasi penyuntikan.

“Mereka juga memilih mau divaksin dimana, di rumah sakit a, rumah sakit b atau di puskesmas. Nah, nanti sistem akan meneruskan ke puskesmas tersebut,” terangnya.

Selanjutnya calon penerima vaksin datang ke lokasi penyuntikan yang telah dipilih. Mereka juga akan menjalani screening lanjutan, sekaligus menunjukkan undangan melalui sms blast tersebut.

“Pada saat itu dia mendaftar menunjukkan sms itu, kemudian setelah sms blast itu mereka akan masuk ke meja dua. Dari situ lah dilakukan screening ulang lagi. Baru kalau lolos bisa ke meja tiga. Meja tiga itu langsung vaksin, baru meja empat untuk pencacatan laporan,” pungkas Feny. (nan)

terkait

Kapolres Gresik Ajak Masyarakat Cerme Sarapan Pagi Nasi Krawu

redaksi

Gagal Ketemu Gubernur, Nasib Pengungsi Syiah Sampang Makin Tak Pasti

redaksi

Gubernur Khofifah Kirim Bantuan 5 Ton Beras ke Jayapura

redaksi