Perangi Stunting, Dinkes Surabaya Terapkan Strategi Holistik Inovatif

oleh -132 Dilihat
oleh
Ilustrasi Dinkes Surabaya dalam mencegah stunting
-->

SURABAYA, PETISI.CO – Dinas Kesehatan Dinkes Surabaya telah mencapai keberhasilan yang signifikan dalam penanganan stunting dengan menerapkan pendekatan holistik yang terintegrasi. Melalui serangkaian program yang komprehensif, Dinkes Surabaya telah mengurangi jumlah kasus stunting secara drastis di Kota Surabaya.

Pendekatan holistik yang dijalankan oleh Dinkes Surabaya dimulai dari hulu ke hilir, dengan fokus pada pencegahan stunting sejak tahap remaja hingga balita. Kepala Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Surabaya, Sri Lestari menjelaskan bahwa program ini melibatkan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja untuk meningkatkan gizi mereka sebelum mereka menjadi calon pengantin.

“Saat remaja memasuki tahap calon pengantin, kami memberikan Multiple Micronutrient Supplement (MMS) untuk memastikan kesehatan gizinya tetap terjaga,” kata Sri Lestari.

Tidak hanya itu, Dinkes Surabaya juga melakukan pendekatan holistik dengan pemeriksaan kesehatan rutin kepada pasangan calon pengantin, termasuk pemeriksaan status gizi Kekurangan Energi Kronis (KEK).

“Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap calon pengantin memiliki kondisi tubuh yang sehat sebelum menikah,” ujarnya.

Program penanganan stunting ini juga melibatkan intervensi selama masa kehamilan, dimana Dinkes Surabaya memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil yang mengalami KEK.

“Tujuannya demi memastikan kondisi kesehatan ibu hamil optimal sehingga risiko stunting pada anaknya dapat diminimalkan,” kata Sri Lestari.

Hasil dari pendekatan holistik ini sangat signifikan. Data dari Dinkes Surabaya menunjukkan penurunan drastis dalam jumlah kasus stunting di Kota Surabaya, dari 6.722 kasus pada tahun 2021 menjadi hanya 279 kasus pada akhir tahun 2023.

“Ini adalah bukti keberhasilan pendekatan holistik kami dalam menangani stunting di Kota Surabaya,” pungkas Sri Lestari.

Keberhasilan ini juga tercermin di tingkat kelurahan, dimana beberapa wilayah, seperti Kelurahan Nginden Jangkungan, telah mencapai status zero balita stunting. Lurah Nginden Jangkungan, Novy Astiwie, menyatakan bahwa hal ini adalah hasil dari upaya pencegahan dan penanganan stunting yang dimulai sejak tahun 2022. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.