Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan dan Distribusi LPG Non Subsidi Aman

oleh
oleh
Pasokan dan distribusi LPG non dubsidi mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayah tapal kuda
Mencukupi Kebutuhan Masyarakat di Wilayah Tapal Kuda

Surabaya, petisi.coPertamina Patra Niaga terus jalankan komitmen perusahaan dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan energi masyarakat, salah satunya LPG, baik subsidi maupun non subsidi. Dalam praktik yang berjalan, Pertamina masif melaksanakan monitoring dan evaluasi penyaluran secara berkala, baik yang dilaksanakan secara internal maupun eksternal dengan melibatkan stakeholder terkait. Hal ini dilaksanakan upaya memastikan stok mencukupi dan LPG digunakan sesuai peruntukannya.

Senin (20/4), beredar informasi masyarakat wilayah Tapal Kuda, Probolinggo hingga Jember mengeluhkan mulai kesulitan mendapatkan LPG non subsidi dengan harga mencapai Rp350 ribu per tabung untuk LPG non subsidi 12 kg. Menyikapi keluhan ini, Pertamina Patra Niaga lakukan pengecekan pasokan dan isu distribusi di lapangan termasuk mitigasi lanjutan.

Pertamina Patra Niaga, sebagaimana disampaikan melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan, konsumsi LPG non subsidi sama halnya dengan LPG subsidi mengalami lonjakan konsumsi pasca Idul Fitri lalu.

“Saat ini konsumsi masih tinggi, sehingga stok di agen, outlet, dan lainnya lebih cepat habis. Namun, pantauan di SPBE, stok masih tersedia. Di sisi lain, saat ini juga sedang digencarkan sidak trade in LPG dari pemerintah daerah setempat yang mana pengguna tidak berhak untuk LPG subsidi diinstruksikan untuk mengganti langsung penggunaan ke LPG non subsidi,” terang Ahad.

Selanjutnya Ahad menyampaikan, sebagai mitigasi masih terjadinya lonjakan permintaan, Pertamina telah berkoordinasi dengan SPBE untuk memastikan kecukupan pasokan dan juga melaksanakan alih suplai dari lokasi terdekat jika diperlukan. Berbeda dengan LPG subsidi yang mana titik distribusi akhir adalah di pangkalan, pada LPG non subsidi distribusi akhir resmi Pertamina berada di agen dan outlet.

“AgenĀ  pada produk LPG non subsidi bisa menjual langsung produk ke masyarakat, berbeda dengan agen pada LPG subsidi yang bertugas memasok LPG ke pangkalan dan tidak diperbolehkan menjual langsung kepada masyarakat. Outlet pada LPG non subsidi sendiri merupakan perpanjangan tangan agen untuk distribusi langsung kepada masyarakat, dengan harga yang tentunya lebih terjangkau dibandingkan pembelian di level pengecer,” tutup Ahad.

Berbeda dengan LPG subsidi yang dijual berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang diatur oleh pemerintah, LPG non subsidi tidak memiliki aturan HET. Penyesuaian harga LPG non subsidi berubah sesuai dengan harga keekonomian dengan penjualan berdasarkan batas harga kewajaran.

Masyarakat dapat mengakses update harga LPG non subsidi pada website https://mypertamina.id/about/bright-gas-price. Harga tertera merupakan harga rekomendasi ke konsumen. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan produk Pertamina, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Pertamina Contact Center di nomor 135. (reb)

No More Posts Available.

No more pages to load.